• News

  • Politik

Soal Petisi, Habib Novel: FPI Pelayan Umat dan Terdepan dalam Aksi Kemanusiaan

Habib Novel Chaidir Bamukmin
Berita168
Habib Novel Chaidir Bamukmin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin mengatakan, ormas FPI lahir dari semangat reformasi dengan tujuan melayani umat dengan mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk di masyarakat.

Hal itu disampaikan Habib Novel menanggapi munculnya petisi yang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak memperpanjang izin FPI yang akan berakhir pada 20 Juni 2019.

"FPI lahir dari semangat reformasi agar Indonesia menjadi negara yang penuh dengan keberkahan, karena negara ini merdeka atas berkat rahmat Allah, dan tujuan FPI sejalan yaitu sebagai pelayan umat menegakkan amar ma'ruf nahi munkar agar tercipta Islam yang rahmatan lil 'alamin," kata Habib Novel kepada netralnews.com, Jumat (10/5/2019).

Menurut juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini, FPI juga sudah terbukti menjadi yang terdepan dalam berbagai aksi kemanusiaan. Ia kemudian mencontohkan kehadiran FPI membantu korban bencana, seperti di tsunami Aceh, banjir di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dan banjir yang terjadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

"FPI sudah terbukti paling terdepan dalam aksi kemanusian. Dari tsunami Aceh, hanya FPI bertahan 1 tahun lebih dengan 1.300 anggota FPI dan LPI dan pengevakuasi paling terbanyak hingga sampai kurang lebih 60 ribu mayat tanpa bantuan pemerintah," ungkap Habib Novel.

"Dan itu terus berlangsung sampai saat ini, yaitu aksi kemanusian oleh FPI yang dibidangi langsung sayap organisasi FPI yaitu Hilmi. Terakhir FPI turun aksi kemanusian di banjir Sigi dan banjir Gresik," jelas mantan sekretaris majelis syuro DPD FPI DKI Jakarta itu.

Diketahui, dalam situs resmi Kemendagri, izin ormas FPI ditandai dengan nomor Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. SKT itu berlaku sejak 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

Seiring akan berakhirnya izin FPI, muncul petisi di change.org yang isinya meminta Kemendagri menyetop izin ormas islam tersebut.

Petisi berjudul 'Stop ijin FPI' yang dibuat oleh Ira Bisyir pada Selasa (7/5/2019) itu  tertulis: "Mengingat akan berakhirnya ijin organisasi FPI di Indonesia,mari kita bersama-sama menolak perpanjangan ijin mereka. Karena organisasi tersebut adalah Merupakan kelompok Radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI. Mohon sebar luaskan petisi ini, agar tercipta Indonesia yang aman dan damai."

Dilihat netralnews.com dari laman change.org pada Jumat (10/5/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, petisi 'Stop ijin FPI' telah diteken oleh lebih dari 324.000 orang.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli