• News

  • Politik

Andi Arief: AHY Dituduh Pengkhianat Hanya karena Mengajak Hidup Benar

AHY dituduh pengkhianat hanya karena mengajak hidup benar.
Demokrat
AHY dituduh pengkhianat hanya karena mengajak hidup benar.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, memuji sikap Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono  (AHY) soal Pilpres 2019.

Awalnya Andi menyinggung soal klaim kemenangan kubu capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berubah dari 62 persen menjadi 54 persen, serta hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei yang memenangkan paslon 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Menurut Andi, saat muncul polemik karena perbedaan hasil Pilpres 2019 antara versi kubu Prabowo-Sandi dan quick count lembaga survei, AHY menjadi orang pertama yang menghimbau agar semua pihak menunggu hasil resmi dari penyelenggara pemilu, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun, lanjut Andi, sikap putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu justru dibully dan dituduh sebagai pengkhianat. Pasalnya, Partai Demokrat merupakan bagian dari Koalisi Adil Makmur yang mengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Di saat 02 klaim menang 62 persen dan kini versi revisi 54 persen dan 01 dinyatakan menang oleh quick count, AHY adalah orang yg pertama yg menyatakan sebaiknya semua pihak menunggu 22 Mei. Dia dibully dan dituduh penghianat, hanya karena mengajak hidup benar," tulis Andi di akun Twitternya, Kamis (16/5/2019).

Sebelumnya, AHY menegaskan Demokrat menghormati penghitungan suara yang dilakukan KPU secara kkredibel. Hal tersebut disampaikan AHY menanggapi hasil quick count pilpres yang dimenangkan oleh Jokowi-Ma'ruf.

Sikap AHY disampaikan beberapa jam setelah pencoblosan Pilpres 2019 pada 14 April lalu, dimana saat itu kubu Prabowo-Sandi juga mengklaim memenangkan pilpres dengan meraih 62 persen suara berdasarkan real count internal.

"Sampai dengan malam hari ini saat ini kita sedang rekapitulasi suara dan itu dilakukan secara paralel, pertama dengan metodologi quick count atau hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei yang ditampilkan juga dalam berbagai media elektronik, khususnya televisi, yang kita saksikan semua hari ini, tapi juga dilakukan penghitungan secara real dan itu tentunya menjadi otoritas dan kewenangan penuh KPU," kata AHY di Wisma Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

AHY juga meminta semua pihak mengawal proses penghitungan suara. Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute itu kembali menegaskan bahwa Partai Demokrat menghargai penghitungan suara yang sedang dilakukan KPU.

"Partai Demokrat menyampaikan pandangan bahwa mari kita hargai proses yang berjalan, kita kawal suara jangan sampai terjadi hal-hal yang tak diharapkan terutama kecurangan yang terjadi di TPS maupun di tempat-tempat lainnya dalam proses penghitungan suara ini. Dan kita tentunya menghormati sekali lagi, proses penghitungan secara kredibel yang dilakukan KPU," ucap AHY.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?