• News

  • Politik

Kursi Suara Hilang, Delapan Parpol ini ‘Berjamaah‘ Tolak Rekapitulasi KPU DKI

Kursi suara hilang, delapan parpol  'Berjamaah' tolak rekapitulasi KPU DKI.
Netralnews/Didit
Kursi suara hilang, delapan parpol 'Berjamaah' tolak rekapitulasi KPU DKI.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Delapan partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 menolak menandatangani hasil rekapitulasi KPU DKI Jakarta. Delapan parpol tersebut adalah Partai Gerindra, Hanura, PPP, Perindo, PKB, Golkar,Nasdem dan Partai Berkarya.

Selain melakukan penolakan terhadap hasil rekapitulasi KPUD DKI, ke delapan parpol tersebut akan memperkarakan Ketua KPU DKI, Betty Epsilon Idroos ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu DKI Jakarta pada Senin (21/5/2019) lusa.

Tim Hukum Koalisi Bidakara, Yupen Hadi mengatakan, sudah ada empat petinggi parpol tingkat DKI Jakarta yang meneken surat kuasa untuk melakukan langkah hukum dan pelaporan terhadap Betty Epsilon Idroos.

Empat pimpinan parpol tersebut yakni, Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Mohamad Ongen Sangaji, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Aziz dan Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta Sahrianta Tarigan.

"Empat pimpinan parpol lainnya kemungkinan akan menyusul untuk mendatangani surat kuasa," kata Yupen di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Jakarta, Sabtu (19/5/2019).

Menurut Yupen, pelaporan tersebut merupakan buntut dari carut-marutnya pelaksanaan Pileg di Jakarta. Seperti hilangnya potensi kursi dari masing-masing partai.

Apalagi kuat dugaan terjadi penggelembungan dan penggeseran suara dalam penghitungan di tiap tingkatan.

"Gerindra menolak seluruh hasil pleno rekapitulasi Pilpres dan Pileg di semua tingkatan. Kita menduga adanya penggelembungan suara dan kecurangan lainya dalam pelaksanaan Pemilu 2019," ujar Yupen.

Yupen menyebutkan Gerindra menemukan 4.000 suara hilang di Jakarta Utara. Hal itu juga berpotensi pada wilayah lainnya.

Sementara Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarief memprediksi potensi kehilangan suara Gerindra yang cukup besar dari sejumlah persoalan yang ada dalam pelaksanan Pileg 2019.

Syarif mengungkapkan, dari hitungan internal, Gerindra memiliki potensi mendapatkan 30 kursi di DPRD DKI.

"Kalau tahapan dilakukan akuntabel dan transparan, Gerindra berpotensi mendapatkan 30 kursi DPRD DKI," tegas Syarif.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?