• News

  • Politik

Ketua KPU Sebut Pengumuman Pemenang Pilpres Tak Harus Pada 22 Mei

Ketua KPU RI, Arief Budiman.
Istimewa
Ketua KPU RI, Arief Budiman.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Arus lalu lintas depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah ditutup aparat kepolisian. Di media sosial, berkembang rumor bahwa KPU bakal mengumumkan hasil rekapitulasi suara atau pemenang pemilu pada malam ini, Senin (20/5/2019).

Meski demikian, saat ini KPU masih menggelar rekapitulasi suara Pemilu 2019 hingga saat ini. Sudah 33 provinsi yang selesai direkapitulasi.

Meski tak membenarkan adanya pengumuman pemenang Pilpres, namun Ketua KPU Arief Budiman tak tegas membantah. Menurutnya menyelesaikan rekapitulasi suara dan menetapkan hasil Pemilu 2019 tak harus dilakukan pada tanggal 22 Mei mendatang.

"Tidak harus tanggal 22 Mei, tapi sampai dengan hari ini kan kita masih mendesain hingga tanggal 22 Mei karena belum bisa pastikan perkembangan rekapitulasi nanti seperti apa, kemudian kita menetapkannya selesai jam berapa," kata Arief kepada wartawan di Kantor KPU.

Berdasarkan pantauan, kepolisian mulai menutup jalan sekitar pukul 19.30 WIB. Aparat keamanan meminta warga yang tak berkepentingan untuk meninggalkan area.

Polisi juga meminta para pedagang yang biasa mangkal di sekitar Kantor KPU untuk berpindah tempat. Mereka menegaskan Jalan Imam Bonjol di depan KPU steril.

Tak hanya itu, pagar kawat berduri terpasang di ruas jalan Diponegoro menuju Bundaran HI. Aparat Brimob dilengkapi senjata laras panjang dan anjing pelacak disiagakan di depan Kantor KPU.

Pihak keamanan juga mulai membatasi orang yang biasa masuk ke Kantor KPU. Terlihat hanya pegawai KPU, aparat kepolisian, TNI, dan awak media yang berada di dalam.

Siapapun yang masuk harus melewati tiga pemeriksaan. Pemeriksaan pertama berada di luar, pengunjung diminta membuka jaket dan memperlihatkan isi tas.

Penjagaan kedua berada tepat di gerbang Kantor KPU. Di titik ini, pengunjung akan diperiksa melewati pendeteksi logam atau metal detector. Untuk masuk ke dalam gedung, pengunjung harus memiliki kartu identitas khusus KPU ataupun kartu pers. Pengunjung akan kembali diminta menunjukkan isi tas dan menyatakan keperluan.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?