• News

  • Politik

Fadli Zon: Orang Bodoh yang Bilang People Power adalah Makar

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN)  Prabowo-Sandi, Fadli Zon
Jurnal Politik
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kubu capres-cawapres Prabowo Subianto- Sandiaga Uno menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (24/5/2019).

Selain menggugat ke MK, pada 21 dan 22 Mei, pendukung Prabowo-Sandi juga melakukan unjuk rasa di Bawaslu untuk memprotes hasil pilpres karena dinilai terjadi kecurangan secara terstruktur, masif dan sistematis.

Terkait hal itu, sejumlah pihak lantas mempertanyakan alasan masih digelarnya unjuk rasa, padahal Prabowo telah menyatakan bakal menempuh jalur konstitusional setelah KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara Pilpres yang dimenangkan oleh paslon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada Selasa (21/5/2019).

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan demikian, Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN)  Prabowo-Sandi, Fadli Zon menilai, pihak yang mempersoalkan adanya unjuk rasa meski BPN sudah menyatakan menggugat ke MK adalah orang-orang yang tidak paham soal demokrasi.

"Orang itu gak ngerti demokrasi, kalau ada orang yang berpendapat seperti itu gak ngerti demokrasi. Bahkan yang namanya people power saja itu konstitusional," kata Fadli dalam sebuah diskusi di CNN Indonesia, Jumat (24/5/2019) malam.

Dalam diskusi itu, Fadli juga menyinggung soal tudingan makar terhadap orang-orang yang menggaungkan people power. Menurutnya, people power adalah konstitusional, sehingga keliru jika ada pihak yang mengganggap people power sebagai upaya makar.

"Lho bukan (makar), itu orang bodoh yang mengatakan kalau people power itu adalah makar. People power itu anda ngerti gak bahasa inggrisnya apa? Kekuatan rakyat, kedaulatan rakyat, itu people power," jelas Fadli.

"Makar itu mau meruntuhkan pemerintahan yang sah dengan kekerasan, aanslag, nah itu baru namanya makar, itupun harus ada bersenjata, kalau di mulut saja itu bukan makar," ucap dia.

Karenanya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengingatkan untuk tidak mereduksi demokrasi dengan kebodohan dalam mengambil keputusan.

"Jadi jangan direduksi demokrasi kita dengan kebodohan-kebodohah di dalam pengambilan keputusan. People power itu sah dan konstitusional kok. Unjuk rasa, demonstrasi itu adalah bagian dari ekspresi demokrasi kita," tandas Fadli.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?