• News

  • Politik

Elit PAN: Rekonsiliasi Terwujud Jika yang Kalah Mau Menanggalkan Ego Politik

Jajaran elit Partai Amanat Nasional (PAN)
Netralnews/Adiel Manafe
Jajaran elit Partai Amanat Nasional (PAN)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mengatakan, kunci dari terwujudnya rekonsiliasi adalah jika pihak yang kalah bisa berjiwa besar dan dalam menerima kekalahan, dan mau menanggalkan ego politik demi kepentingan bangsa. 

Hal itu disampaikan Bara menanggapi belum terlaksananya rekonsiliasi pascapilpres antara capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan capres 02 Prabowo Subianto

"Kunci dari rekonsiliasi itu adalah dari pihak yang kalah harus bisa berjiwa besar untuk menerima hasil dan menghormati hasil tersebut," kata Bara di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019). 

"Apa pun hasilnya (pilpres), walaupun mengecewakan, tentu kita harus menempatkan kepentingan nasional kepentingan bangsa di atas ambisi politik kita, ego politik kita di atas kepentingan politik jangka panjang kita, jadi kuncinya di situ dari pihak yang kalah," sambungnya. 

Anggota Komisi VII DPR itu menjelaskan, di negara yang demokrasinya sudah matang, seperti di Amerika dan Eropa, biasanya pihak yang kalah lebih dulu mengucapkan selamat kepada yang menang. Seharusnya, lanjut Bara, tradisi ini juga diterapkan dalam demokrasi di Indonesia. 

"Kalau di negara demokrasi pada umumnya, tradisinya adalah pihak yang kalah justru mengucapkan selamat dulu kepada pihak yang menang. Itu di mana-mana begitu, di demokrasi yang sudah matang, di Amerika di Eropa begitu. Nah sebetulnya tradisi seperti ini juga harus kita mulai di Indonesia," pungkasnya. 

Diketahui, pada Selasa (21/5/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin meraih suara terbanyak dan menjadi pemenang Pilpres 2019. Jokowi-Ma'ruf mengalahkan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli