• News

  • Politik

Mengapa Baru Sekarang Persoalkan Posisi Ma‘ruf di Bank? Ini Jawaban BPN

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Surat Kabar
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan tiga alasan mengapa baru sekarang tim hukum BPN mempermasalahkan posisi cawapres 01 Ma'ruf Amin di dua bank ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Pertama, Dahnil mengungkapkan jika baru sekarang BPN menggugat ke MK. Kedua, ia menyebut yang menjadi tugas mengoreksi adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terakhir, BPN mengira Ma'ruf sudah mundur dari jabatannya di dua bank tersebut.

Tiga alasan ini disampaikan Dahnil menjawab pernyataan KPU yang mempertanyakan kubu capres-cawapres 02 mempersoalkan posisi Ma'ruf di dua bank setelah pilpres digelar.

"KPU menyatakan mengapa Kuasa Hukum BPN mempermasalahkan Posisi Cawapres MA di dua Bank syariah baru sekarang?" tulis Dahnil di akun Twitter-nya, @Dahnilanzar, Rabu (12/6/2019).

"1. BPN menggugat ke MK ya skrng 2. Karna sejatinya terkait dg posisi MA hrsnya jd tugas KPU mengkoreksi,namun tdk dilakukan 3.Krn mengira beliau sdh mundur ternyt belum," jelasnya.

Sebelumnya, KPU mempertanyakan pihak Prabowo-Sandi yang baru mempermasalahkan jabatan Ma'ruf di Bank BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah setelah Pilpres 2019 digelar.

"Kalau kemudian keberatan baru disampaikan sekarang kan jadi pertanyaan," ujar komisioner KPU Hasyim Asyari di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Padahal, menurut Hasyim, posisi Ma'ruf di dua bank tersebut sebelumnya telah diketahui sejak awal pendaftaran. Kubu BPN Prabowo-Sandi disebutnya juga tidak pernah mempersoalkan posisi Ma'ruf dalam tahapan-tahapan penyelenggaraan Pilpres.

"Sejak awal kan semuanya orang tahu dan pasti orang itu kan menelusuri mana lawan tanding, atau lawan tarungnya dalam pilpres pasti semuanya mengetahui," ujar Hasyim.

"Rekapitulasi di tingkat pusat tidak pernah ada yang keberatan yang berkaitan dengan selisih, salah penulisan, atau indikasi manipulasi suara yang berkaitan dengan itu. Sepanjang yang saya ingat dan ketahui ya dan media pasti meliput kan. Termasuk itu (posisi jabatan Ma'ruf)," pungkasnya. 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian