• News

  • Politik

Sebut Berhasil Buktikan Pemufakatan Curang 01, BPN Minta MK Garap Sekjen PDIP

Dahnil Anzar Simanjuntak
foto: inisiatifnews.com
Dahnil Anzar Simanjuntak

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim hukum Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku telah membuktikan dugaan pemufakatan curang yang dilakukan oleh kubu paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, seperti kesaksian dari saksi fakta 02, Hairul Anas Suaidi dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Demikian disampaikan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak lewat akun Twitter-nya. 

Menurutnya, berdasarkan keterangan Hairul, dugaan pemufakatan curang itu dilakukan sejak pelatihan saksi kubu Jokowi-Ma'ruf.

Pelatihan saksi yang dimaksud Hairul berlangsung dalam acara Training of Trainer (ToT) yang merupakan kegiatan pelatihan saksi yang diadakan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada 21-22 Februari 2019, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Tim Kuasa Hukum 02 membuktikan ada dugaan Permufakatan curang yg sudah dilakukan sejak pelatihan saksi, seperti kesaksian yg disampaikan saudara Hairul Anas," tulis Dahnil di akun Twitter@Dahnilanzar, Sabtu (22/6/2019).

Hal senada disampaikan oleh Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Ia berpendapat, bahwa sidang sengketa Pilpres di MK MK telah membongkar pemufakatan curang yang disusun di acara ToT.

"Persidangan MK berhasil membongkar permufakatan curang yg disusun di Acara TOT di Kelapa Gading," tulis Andre di akun Twitter @andre_rosiade, Minggu (23/6/2019).

Selain itu, Andre juga meminta hakim MK untuk menelusuri peran Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara ToT. Pasalnya, berdasarkan keterangan Hairul, Hasto diduga menuding pihaknya sebagai pendukung Khilafah di kegiatan ToT.

"Hakim MK diharapkan menelusuri peran Hasto Sekjend PDIP dalam acara tersebut. Dimana Hasto menyampaikan: pihak 02 dicap Radikal dan pendukung Khilafah," jelas politisi Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, dalam sidang sengketa Pilpres 2019, Hairul Anas Suaidi selaku saksi fakta dari pihak 02 menyebut, ada dugaan kecurangan yang dilakukan oleh TKN Jokowi-Ma'ruf dalam kegiatan pelatihan saksi atau ToT.

Hairul sendiri mengaku hadir dalam acara ToT sebagai perwakilan yang diutus dari partainya yakni Partai Bulan Bintang (PBB) yang merupakan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Dalam kesaksiannya, Hairul menyinggung soal adanya materi “Kecurangan adalah Bagian dari Demokrasi” yang dibahas dalam acara ToT.

Sejumlah nama disebut Hairul sebagai pemateri acara tersebut, diantaranya Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Hairul Anas mengungkapkan saat menyampaikan materi dalam acara ToT, Hasto menyebut kubu paslon 02 pendukung Khilafah. "Jadi, Pak Hasto dalam penyampaiannya menggunakan diksi-diksi 02 radikal, pro-khilafah, ya seperti yang ramai-ramai di medsos," ucap Hairul Anas.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Taat Ujianto