• News

  • Politik

Habib Rizieq Ajak Aksi di MK, Ferdinand: Rakyat Sudah Bosan, Paling 5.000 yang Hadir

 Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.
Benteng Sumbar
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengomentari video ajakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab untuk mengikuti kegiatan 'Halal Bi Halal 212' di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) saat sidang sengketa Pilpres 2019 berlangsung. 

Ferdinand memprediksi hanya sekitar 5.000 massa yang mengikuti kegiatan tersebut, sebab rakyat sudah bosan dengan aksi-aksi demikian. Menurutnya, saat ini rakyat lebih memilih menatap masa depan. 

"Percuma, rakyat sudah bosan melihat situasi ini dan memilih menata hidup kedepan..!! Paling juga 5 rb yg hadir," tulis Ferdinand di akun Twitter-nya, @FerdinandHaean02, Senin (24/6/2019). 

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab mengajak masyarakat turun ke jalan mengikuti aksi selama sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di MK. Ajakan itu disampaikan Habib Rizieq lewat video yang diunggah di chanel YouTube Front TV, pada Minggu (23/6/2019). 

Dalam video tersebut, Habib Rizieq didampingi oleh Ketua Umum Front Pembela Islam ( FPI) dan petinggi FPI lainnya, kemudian KH Ahmad Sobri Lubis, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak dan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif. 

"Dari Kota Suci Mekah Al-Mukarramah, kami, baik dari Front Pembela Islam, maupun GNPF-U, begitu juga dari Persaudaraan Alumni 212 mengajak seluruh umat Islam se-Indonesia, mengajak seluruh mujahid 212, bahkan juga mengajak seluruh anak bangsa dari rakyat dan bangsa Indonesia, untuk ayo turun beramai-ramai, turun bersama- sama, turun sebesar-besarnya," kata Habib Rizieq

Menurutnya, aksi ini digelar untuk mengawal MK agar bisa memutuskan perkara PHPU dengan benar, terutama untuk memenuhi rasa keadilan bagi rakyat Indonesia. 

"Untuk kita selalu mengawal setiap sidang Mahkamah Konstitusi, agar Mahkamah tidak memutuskan kecuali keputusan yang adil, yang benar, yang betul-betul memenuhi rasa keadilan bagi rakyat dan bangsa Indonesia," sambungnya. 

Aksi ini rencananya digelar dari 24-28 Juni 2019 atau selama proses perkara PHPU Pilpres berlangsung di MK. Namun khusus untuk aksi 26 Juni, Habib Rizieq menyebut bahwa FPI, GNPF-U, PA 212, ormas Islam dan ormas kebangsaan lainnya, akan turun secara bersamaan. 

"Teristimewahnya hari Rabu tanggal 26 Juni 2019 Insya Allah kami seluruh aktivis Front Pembela Islam, GNPF ulama dan seluruh elemen PA 212, ormas-ormas Islam maupun kebangsaan, Insya Allah kami akan turun bersama-sama, besar-besaran pada tanggal 26 Juni untuk bersama-sama melakukan aksi super damai, yang tertib yang disiplin, yang bersih yang santun yang ramah yang aman dan nyaman disekitar wilayah lokasi Mahkamah Konstitusi RI," tandasnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian