• News

  • Politik

Prabowo Jadi Watimpres Jokowi? Ini Tanggapan Gerindra

Benarkah Prabowo jadi Watimpres Jokowi?
Netralnews/Adiel
Benarkah Prabowo jadi Watimpres Jokowi?

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade menanggapi pernyataan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini soal kemungkinan capres Prabowo Subianto bergabung dengan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Menurut Andre, saat ini, Prabowo, Partai Gerindra, maupun Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi fokus untuk sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan diputuskan pada Kamis (27/6/2019), sehingga belum terpikirkan untuk rekonsiliasi dengan pihak Jokowi, apalagi melakukan pembicaraan soal deal-deal politik atau meminta jabatan ke kubu 01.

Andre lantas menyinggung soal isu salah satu pimpinan partai dalam koalisi Prabowo-Sandi yang bertemu dengan Jokowi dan meminta kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Seperti diketahui, sempat berhembus kabar jika Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meminta kursi pimpinan MPR kepada Jokowi. Hal itu pernah diutarakan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding.

"Belum terpikir kami bicara deal-deal dengan pihak Pak Jokowi, bahkan meminta jabatan ke Pak Jokowi, seperti yang terindikasi dilakukan oleh pimpinan partai politik lain baik di kubu kami yang datang ketemu Pak Jokowi berharap pimpinan MPR. Itu bukan gaya bukan style Partai Gerindra gitu lho. Gerindra itu fokus sekarang di Mahkamah Konstitusi. Kami komitmen dengan pendukung kami," kata Andre Rosiade dalam iNews Sore edisi Senin (24/6/2019).

"Kalaupun nanti ada rekonsiliasi, bicara dengan Pak Jokowi, itu dilakukan setelah di MK, dan pertemuan itu akan terbuka, kalaupun itu terjadi pastinya untuk kepentingan bangsa dan negara bukan minta pimpinan MPR bukan minta menteri seperti terindikasi yang dilakukan partai lain," tegas juru bicara BPN Prabowo-Sandi itu.

Sebelumnya, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini, membuat video bertajuk 'Prabowo (Mungkin) Gabung Jokowi' yang diunggah di YouTube Channel miliknya, Minggu (23/6/2019).

Dalam video itu, Faldo berbicara soal kemungkinan yang terjadi dalam politik, seperti misalnya partai oposisi merapat ke pemerintahan Jokowi. Dalam hal ini ia mencontohkan Partai Gerindra yang di Pemilu 2019 menempati posisi kedua dengan perolehan suara sebanyak 12,97 persen.

"So, mungkin nggak yang 12% gabung sama Jokowi? Gue nggak bilang sih, kalau Gerindra gabung ke Jokowi itu buruk. Itu realistis. Itu pilihan bagi parpol, berada dalam lingkaran kekuasaan tentu lebih baik," kata Faldo.

Faldo juga berpendapat soal kemungkinan Prabowo menjadi Wantimpres dan Sandi menjadi menteri di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, ataupun sebaliknya, tergantung dari siapa yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

"Balik lagi kalau misal Pak Prabowo Subianto memilih gabung dengan Pak Jokowi kalau misal Pak Jokowi terpilih. Atau entah siapa pun yang menang. Misal Pak Jokowi gabung ke Pak Prabowo. Pak Prabowo jadi wantimpres atau Pak Jokowi jadi penasihat presiden, Kiai Ma'ruf jadi menteri atau penasihat presiden, Bang Sandi jadi menteri mungkin," sebutnya.

Politisi PAN ini mengatakan hal itu sama sekali bukan barang aneh. Menurut Faldo, yang terpenting adalah para tokoh tersebut tetap mempertahankan nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan.
   

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?