• News

  • Politik

PA 212 Sebut Aksi di MK Bela Agama, Abdillah Toha: Agama Kertanegara?

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha.
Medcom
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan sejumlah ormas menggelar aksi di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK) sejak awal proses sidang sengketa Pilpres 2019 berlangsung. Bahkan mereka berencana menggelar aksi beruntun sampai putusan sidang di MK pada 27 Juni.

Aksi PA 212 cs digelar dengan sejumlah alasan, mulai dari mengawal MK agar memutuskan perkara tersebut dengan seadil-adilnya, meminta MK mendiskualifikasi capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, hingga mengklaim sebagai aksi bela agama.

Menanggapi hal tersebut, salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha menilai bahwa manuver dari PA 212 cs telah melecehkan kecerdasan. Ia lantas mempertanyakan agama apa yang dibela dalam aksi itu.

"Orang-orang ini melecehkan kecerdasan kita. Agama apa yang dibela? Agama Kertanegara?" tulis Abdillah di akun Twitter-nya, @AT_AbdillahToha, Senin (24/6/2019).

Sebelumnya, juru bicara PA 212, Habib Novel Chaidir Bamukmin mengatakan, aksi mereka adalah aksi bela agama dan tidak terkait politik.

"Ketika kami mengambil langkah politik akan tetapi kami saat turun ke MK tidak lagi mengambil langkah politik karena gerakan kami adalah bela agama agar keadilan bisa ditegakan dan tidak melibatkan partai atau tokoh politik sebagai mana gerakan kami Aksi Bela Islam 1410, 411, 212 tanpa urusan politik," kata Habib Novel kepada wartawan, Minggu (23/6/2019).

Selain itu, Habib Novel menyebut bahwa tujuan digelarnya aksi ini juga untuk meminta MK menegakkan keadilan dengan mendiskualifikasi capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Tujuannya jelas, untuk segera mendiskualifikasi Jokowi-M'aruf demi tegaknya keadilan," ujar tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu kepada netralnews.com, Senin (24/6/2019).

Sementara itu, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab yang mengajak masyarakat turun ke jalan mengikuti aksi tersebut mengatakan, aksi PA 212 cs dilakukan untuk mengawal MK supaya bisa memutuskan perkara sengketa Pilpres dengan benar, terutama untuk memenuhi rasa keadilan bagi rakyat Indonesia.

"Dari Kota Suci Mekah Al-Mukarramah, kami, baik dari Front Pembela Islam, maupun GNPF-U, begitu juga dari Persaudaraan Alumni 212 mengajak seluruh umat Islam se-Indonesia, mengajak seluruh mujahid 212, bahkan juga mengajak seluruh anak bangsa dari rakyat dan bangsa Indonesia, untuk ayo turun beramai-ramai, turun bersama- sama, turun sebesar-besarnya," kata Habib Rizieq dalam video yang diunggah di chanel YouTube Front TV, pada Minggu (23/6/2019).

"Untuk kita selalu mengawal setiap sidang Mahkamah Konstitusi, agar Mahkamah tidak memutuskan kecuali keputusan yang adil, yang benar, yang betul-betul memenuhi rasa keadilan bagi rakyat dan bangsa Indonesia," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?