• News

  • Politik

Amien Rais Beri Kesempatan Jokowi 5 Tahun, Ketum PAN: Itu Bahasa Paling Halus

Politisi senior PAN, Amien Rais.
Netralnews/Adiel Manafe
Politisi senior PAN, Amien Rais.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menanggapi pernyataan Amien Rais soal memberikan kesempatan kepada Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin untuk memimpin bangsa ini lima tahun ke depan.

"Pak Amien mengatakan 'kita beri kesempatan kepada Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf sampai lima tahun.' Itu bahasa Pak Amien saya kira itu bahasa yang paling halus ya," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Selain menyebut Ketua Dewan Kehormatan PAN itu menggunakan bahasa yang paling halus, Zulkifli juga mengaku memiliki 'bahasa sendiri' dalam menyatakan dukungan kepada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024.

"Kalau bahasa saya 'kita dukung dan kita doakan agar Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf sukses memimpin Indonesia sehingga kita berubah menjadi lebih baik lebih adil dan lebih sejahtera dan saya kira subtansinya sama," ujarnya.

Sebelumnya, pernyataan memberikan kesempatan kepada Jokowi-Ma'ruf disampaikan Amien dalam menyikapi pertemuan Jokowi dan Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7/2019).

Awalnya, Amin mengapresiasi dan mendukung segala upaya tokoh bangsa yang kembali berangkulan setelah berkompetisi.

"Jadi saya sampaikan, teruskan merajut Merah-Putih, teruskan bangsa ini bersatu, jangan sampai pecah," kata Amien di kantor DPP PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

"Sekali lagi saya mendukung rangkulan bersama antara semua tokoh yang tadi berhadapan," ujar Eks anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu.

Amien lantas meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin untuk memimpin bangsa ini lima tahun ke depan, serta mengawasi jalannya roda pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih di Pilpres 2019 itu.

"Tapi soal kekuasaan, berikan kesempatan yang utuh kepada Pak Jokowi-Ma'ruf Amin dengan nanti 5 tahun. Kita awasi dan itulah produk indah demokrasi," ujarnya.

Terakhir, Amien menekankan tentang pentingnya oposisi sebagai penyeimbang yang bertugas mengontrol dan mengawasi jalannya roda pemerintahan.

"Kalau demokrasi tanpa oposisi, itu demokrasi bohong-bohongan, demokrasi bodong. Jadi yang zaman dulu sampai sekarang ini demokrasi itu ada mekanisme checks and balances," ucap mantan Ketua MPR itu.

"Jadi eksekutif melangkah dengan macam-macan itu lantas yang mengecek dan balances itu parlemen. Kalau parlemen sudah menjadi tukang cap stempel, jadi jubir eksekutif, itu menjadi lonceng kematian bagi demokrasi," tandasnya. 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian