• News

  • Politik

Amien: Jika Ada Parpol 02 Nyebrang ke 01 Hanya untuk Kursi Ecek-ecek Sungguh Ajaib

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.
Netralnews/Adiel Manafe
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengajukan syarat rekonsiliasi kepada kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Adapun syaratnya, yakni kubu Jokowi- Ma'ruf mau menerima program kerja kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan juga membagi porsi kekuasaan di pemerintahan.

"Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain," kata Amien di Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

"Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya," sambungnya.

Mantan Ketua MPR ini menyebut, jika syarat yang diajukan tidak dipenuhi kubu Jokowi, maka kubu Prabowo akan tetap menjadi oposisi. "Tapi kalau tidak mau, ya sudah kita di luar, oposisi," ujarnya.

Amien menambahkan, apabila ada parpol pendukung Prabowo yang menyebrang koalisi pemerintah demi satu kursi menteri, sedangkan syarat rekonsiliasi tidak dipenuhi Jokowi, maka parpol tersebut akan menanggung dua dosa.

"Sungguh aib kalau ada partai pendukung 02, tiba-tiba menyeberang hanya karena satu kursi ecek-ecek, kemudian dosanya dua," tegas ujar eks Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandi itu.

"Kalau hanya embel-embel berarti si menteri embel-embel berkolaborasi dengan rezim yang selama ini kita kritik karena terlalu mementingkan orang berada. Doanya dipikul bareng oleh menteri ecek-ecek," pungkas Amien.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian