• News

  • Politik

Amien Rais Syaratkan Bagi Porsi 55-45, Demokrat: Rekonsiliasi Model Apa Ini?

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.
Merdeka
Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut, tujuan rekonsiliasi bukan bagi kekuasaan, tapi bagaimana pihak yang kalah mengakui kemenangan lawan dan yang menang menghormati yang kalah.

Hal itu disampaikan Ferdinand mengomentari pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang menginginkan adanya pembagian porsi kekuasaan 55-45 sebagai syarat rekonsiliasi pascapilpres antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

"Rekonsiliasi model apa ini? Rekonsiliasi itu bukan bagi bagi kekuasaan, tapi yang kalah mengakui kemenangan lawan dan yang menang menghormati yang kalah," tulis Ferdinand di akun Twitter-nya, @FerdinandHaean2, dikutip netralnews.com, Minggu (21/7/2019).

"Soal kemudian diajak bergabung oleh pemenang, itu hal beda. Masa rekonsiliasi dinilai sebagai bagi-bagi kekuasaan?" katanya.

Sebelumnya, Amien Rais mengajukan syarat rekonsiliasi kepada kubu Jokowi. Salah satunya adalah ia menginginkan adanya pembagian porsi kekuasaan di pemerintahan.

"Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain," kata Amien di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

"Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya," ujar eks Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandi itu.

Menurut Amien, apabila syarat tersebut dipenuhi oleh Jokowi, maka Indonesia akan kokoh. "Tapi ini kan nggak mungkin. Kalau mungkin alhamdulillah, negeri ini bisa kokoh sekali karena ide Prabowo akan dilaksanakan," jelas Amien.

Namun jika syarat itu tidak dipenuhi, mantan Ketua MPR ini menyebut kubu Prabowo-Sandi akan tetap menjadi oposisi. "Tapi kalau tidak mau, ya sudah kita di luar, oposisi," pungkasnya. 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian