• News

  • Politik

Soal Usulan Amien Rais, Pendiri PAN: Usulan Politisi Bingung dan Kehabisan Akal

Pendiri Partai Amanat Nasional  (PAN) Abdillah Toha
Pontas
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional  (PAN) Abdillah Toha ikut mengomentari usulan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais soal pembagian porsi kekuasaan 50-45 sebagai syarat rekonsiliasi kubu Joko Widodo (Jokowi) dan kubu Prabowo Subianto. 

Lewat akun Twitter-nya, Abdillah mengunggah sebuah artikel dari salah satu media daring yang menulis penjelasan Anggota Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo soal apa yang dimaksudkan Amien dengan bagi porsi kekuasaan.

Terkait hal itu, Abdillah merasa lucu dan menyebut wacana pembagian porsi kekuasaan 50-45 merupakan usulan dari politisi yang kehabisan akal.

"Hahaha. Ini usulan politisi yang bingung dan sudah kehabisan akal. Kenapa gak sekalian saja istana dibagi dua, sebelah kanan Jokowi sebelah kiri Prabowo bersama Amien Rais, Drajad Wibowo dkk?" cuit @AT_AbdillahToha, Senin (22/7/2019).

Sebelumnya, Amien Rais mengajukan syarat kepada kubu Jokowi jika ingin rekonsiliasi dengan kubu Prabowo. Salah satu syaratnya adalah pembagian porsi kekuasaan dengan perbandingan 55-45.

"Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain," kata Amien di gedung Dakwah, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

"Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya," ujar eks Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu.

Merespons pernyataan Amien, Drajad menilai bahwa pembagian kekuasaan 55:45 antara Jokowi dan Prabowo sebagai sebuah solusi. "Akan terjadi rekonsiliasi dukungan yang disesuaikan dengan prosentase suara resmi (dari rekapitulasi KPU),” kata Drajad, Senin (22/7/2019).

Menurutnya, dengan pembagian ini akan muncul rekonsiliasi dukungan, yang diklaimnya akan dapat membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. “Artinya, nanti 55+45=100 persen itu bersama- sama membantu Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf sebagai presiden dan wapres," jelas Drajad. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli