• News

  • Politik

PAN Usul Pimpinan MPR 10 Orang, PDIP Tak Setuju dan Singgung Libido Politik

Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno/
Pojok Satu
Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno/

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno tidak setuju dengan usulan PAN agar kursi pimpinan MPR menjadi 10 orang dengan komposisi 9 dari unsur fraksi dan 1 dari perwakilan DPD.

Alasan Hendrawan tidak setuju, karena jika porsi pimpinan MPR menjadi 10 orang maka Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD an DPRD (UU MD3) harus kembali direvisi. Sedangkan, UU tersebut telah dua kali direvisi dan revisi terakhir pun belum dijalankan.

Sebagaimana diketahui, pimpinan MPR saat ini berjumlah 8 orang setelah adanya revisi terhadap UU MD3 No 17 tahun 2014. Namun UU tersebut kembali direvisi menjadi UU MD3 No 2 tahun 2018 di mana pimpinan MPR untuk periode 2019-2024 akan berjumlah 5 orang.

"Enggak, kita jalankan dulu UU MD3 yang sudah dua kali direvisi loh. Jadi dengan dua kali direvisi UU MD3 masa kita revisi lagi hanya untuk mengakomodasi naluri, libido politik dan seterusnya," kata Hendrawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Hendrawan menilai, UU MD3 saat ini telah memenuhi prinsip proporsional, sehingga tak ada alasan yang urgen untuk direvisi, apalagi hanya untuk mengakomodasi syawat politik pihak-pihak tertentu.

"Jangan sebentar-sebentar diubah hanya untuk mengakomodasi libido politik, kalau orang bilang syahwat politik," tegas Hendrawan.

Ia juga tidak setuju soal alasan bahwa penambahan kursi pimpinan MPR untuk mengakomodir semua parpol di parlemen. Menurutnya, unsur di Parlemen bukan hanya pimpinan, tapi ada juga alat kelengkapan dewan dan alat kelengkapan majelis. 

"Itu sebabnya saya mengatakan alat kelengkapan dewan, alat kelengkapan majelis, di MPR itu ada badan pengkajian, badan sosialisasi, ada badan anggaran," pungkas Hendrawan.

Sebelumnya, Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay mengusulkan agar kursi pimpinan MPR menjadi 10 orang yang terdiri dari 9 fraksi dan 1 DPD.

"Awal periode ini kan pimpinan MPR 5 orang. Setelah beberapa saat, dirubah menjadi 8 orang. Tentu sangat baik jika pimpinan yang akan datang disempurnakan menjadi 10 orang dengan rincian 9 mewakili fraksi-fraksi dan 1 mewakili kelompok DPD. Soal siapa ketuanya, bisa dimusyawarahkan untuk mencapai mufakat," kata Saleh kepada wartawan, Senin (12/8/2019).

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian