• News

  • Politik

Kualitas Demokrasi di Indonesia Ditentukan Para Elit

Dialog kenegaraan ‘Langkah demokrasi Republik Indonesia Setelah 74 Tahun?' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).
NNC/Adiel Manafe
Dialog kenegaraan ‘Langkah demokrasi Republik Indonesia Setelah 74 Tahun?' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera berpendapat, kualitas demokrasi di Indonesia ditentukan oleh perilaku para elit.

"Kualitas demokrasi kita akan sangat ditentukan oleh perilaku elit," kata Mardani dalam dialog kenegaraan ‘Langkah demokrasi Republik Indonesia Setelah 74 Tahun?' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, jika elit berperilaku baik secara etika dan logika, maka publik akan mendukung. Sebaliknya, apabila elit berperilaku tak patut, maka publik bisa berperilaku sama, bahkan lebih. Dan jika itu terjadi, Mardani menyebut bahwa masyarakat tak bisa disalahkan.

"Karena itu titip pesan saya buat diri sendiri dan semua (para elit), etika dan logika itu harus betul-betul dijaga. Karena kalau kami berperilaku baik, secara etika dan logika, publik akan mendukung, tapi kalau kami berperilaku tidak patut, mereka jauh lebih buruk lagi dan jangan salahkan masyarakat," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Pernyataan Mardani ini dibenarkan oleh Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis. Ia mengatakan, perilaku politik masyarakat menjadi tanggung jawab elit.

"Saya suka apa yang dibilang bapak Mardani terakhir apapun yang mau kita buat Elit yang bertanggung jawab," ucap dia.

Selain soal perilaku politik, Margarito juga menyoroti dominasi elit dan minimnya porsi untuk rakyat dalam proses demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, meski UUD 1945 menyatakan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat, namun kenyataannya, rakyat justru hanya berdaulat beberapa menit saat memberikan hak suaranya dalam perhelatan pesta demokrasi di Indonesia.

"Rakyat yang disebut dalam UUD dan dimana-mana demokrasi rakyat sebagai komponen utama yang memegang kedaulatan, di dalam kenyataan riil, rakyat cuma berdaulat dalam kurang lebih 3 sampai 5 menit, selebihnya detil-detil berbangsa dan bernegara selesai sepenuhnya oleh elit," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P