• News

  • Politik

Ini Kabar Terbaru Angelina Sondakh di Lapas Pondok Bambu

Angelina Sondakh saat berada di Lapas Pondok Bambu.
Antara Foto
Angelina Sondakh saat berada di Lapas Pondok Bambu.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Angelina Sondakh, istri mendiang artis Adjie Massaid dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan di Lapas Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Dia juga menjadi penggerak kegiatan one day one juz (satu hari satu juz) di kalangan warga binaan pemasyarakatan.

"Angie rutin mengikuti kegiatan pengajian di masjid. Setiap ada kegiatan selalu didukung oleh dia seperti one day one juz," kata Kepala Lapas Perempuan Pondok Bambu, Yuli Niartini saat ditemui di Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur, Sabtu (17/8/2019).

Angelina Sondakh yang akrab disapa Angie telah menjalani masa kurungan sejak tahun 2012. Politisi Partai Demokrat tersebut divonis penjara 12 tahun.

Terhitung mulai 2015 Mahkamah Agung mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Angie, mengurangi masa tahanannya menjadi 10 tahun penjara.

Yuli mengenal Angie sebagai pribadi yang luar biasa, mengikuti aturan serta tidak pernah meminta fasilitas dan perlakuan berbeda dengan warga binaan lainnya.

Selama Ramadan, Angie aktif mengikuti kegiatan safari dan mengajak warga binaan untuk ikut kegiatan one day one juz.

Angie juga menjadi penggerak kegiatan kebersihan di Lapas Pondok Bambu. Angie mendekorasi taman dan membuat pot bunga dari bahan daur ulang sehingga ruangan tahanan di Blok Angsa menjadi lebih rapi dan asri.

"Dia (Angie) banyak anak buahnya. Dia bikin tim sendiri, jadi tim sapu jagat, dekor taman dan bersih-bersih," kata Yuli.

Angie dikenal sebagai pelopor kegiatan di masjid dan aktif dalam kegiatan seni kasidahan dan juga hadroh (seni rebana).

Yuli mengatakan, Lapas Pondok Bambu aktif melakukan pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan. Dalah satunya kegiatan keagamaan, pendidikan kejar paket dan keterampilan.

Kegiatan pembinaan ini dilakukan setiap hari. Tujuannya untuk melatih kemandirian dan kepribadian warga binaan pemasyarakatan.

"Pembinaan kepribadian melalui pendidikan kerohanian dan pendidikan formal ad kejar paket. Untuk kerohanian di semua lini, semua agama," kata Yuli dilansir dari Antara.

 

Editor : Widita Fembrian