• News

  • Politik

Gerindra Merapat ke Jokowi? Pengamat: Eksperimen Politik Setelah 3 Kali Gagal di Pilpres

Pengamat politik Karyono Wibowo
Beritahati
Pengamat politik Karyono Wibowo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Karyono Wibowo menilai, Partai Gerindra dan ketumnya Prabowo Subianto tengah melakukan eksperimen politik baru, yakni ingin masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. 

Hal itu disampaikan Karyono terkait isu bakal merapatnya Gerindra ke koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf dan mendapat jatah kursi menteri di Kabinet Kerja Jilid II. 

"Mungkin saja Prabowo dan Gerindra ini tengah melakukan eksperimen politik baru dengan mencoba masuk ke dalam pemerintahan," kata Karyono di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019). 

Menurutnya, eksperimen ini dilakukan setelah 10 tahun berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi, Gerindra belum berhasil memenangkan Prabowo di 3 kali perhelatan pilpres, yakni di 2009 sebagai cawapres serta 2014 dan 2019 sebagai capres. 

"Jadi mengubah pakem politik lama dimana tiga periode berada di luar pemerintahan hanya berhasil menaikkan elektabilitas partai tetapi gagal menghantarkan Prabowo sebagai presiden, satu kali calon wakil presiden dua kali capres kalah terus. Oleh karena itu saya kira bisa juga perlu eksperimen politik baru," ujar Karyono. 

Soal berhasil tidaknya eksperimen politik Gerinda jika bergabung dengan pemerintahan, Direktur Indonesian Public Institue (IPI) ini menyebut hal itu bakal ditentukan oleh jalannya roda pemerintahan Jokowi- Ma'ruf. 

"Bagaimana hasilnya seandainya Gerindra dan Prabowo berada dalam pemerintahan, apakah hasilnya akan lebih baik atau justru lebih merugikan? Ini tergantung juga situasi yang terjadi kalau pemerintahan Jokowi-Ma'ruf," ucap dia. 

"Jadi untung ruginya itu akan ditentukan oleh kinerja pemerintahan 5 tahun ke depan. Menurut saya, tidak ada salahnya jika Gerindra dan Prabowo melakukan eksperimen politik baru, jadi nanti mari kita lihat hasilnya seperti apa," sambungnya. 

Dijelaskan Karyono, jika pemerintahan Jokowi di periode kedua mampu menuntaskan program kerjanya dengan baik dan tingkat kepuasan publik tinggi, maka Gerindra sebagai salah satu parpol pendukung pemerintah akan mendapatkan keuntungan politik, begitupun sebaliknya. 

"Seandainya pemerintahan Jokowi- Ma'ruf yang di dalamnya didukung oleh partai Gerindra nanti gagal dalam melaksanakan pembangunan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja terhadap pemerintahan Jokowi periode kedua turun misalnya, masyarakat tidak puas misalnya, itu benefit negatif yang didapat justru kerugian politik bagi Gerinda," ungkap Karyono. 

"Tetapi bisa juga sebaliknya, bisa juga positif jika pemerintahan Jokowi-Ma'ruf berhasil menuntaskan pembangunan dan meningkatkan tingkat kepuasan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi, maka partai-partai pendukung bisa mendapatkan benefit politik, manfaat positif yang bisa menguntungkan secara politik meskipun itu nanti itu terdistribusikan lagi ke masing-masing partai," pungkasnya. 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati