• News

  • Rebranding

Bank Windu Jadi Bank China Construction Bank Indonesia

Bank CCB,( China Daily)
Bank CCB,( China Daily)

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rebranding untuk membuat citra baru, atau fokus pada sesuatu juga terjadi pada lembaga keuangan seperti bank. Pada Desember 2016, PT Bank Windu Kentjana International Tbk (MCOR), telah merampungkan proses merger dengan PT Bank Antardaerah (Bank Anda).

Sebab itu, fungsi dan tugas Bank Anda dilebur ke dalam Bank Windu sebagai pemilik 100% saham Bank Anda. Setelah proses merger tersebut, Bank Windu berganti nama menjadi PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia) lantaran China Construction Bank Corporation kini menjadi pemegang saham pengendali Bank Windu

Penggantian nama tersebut sudah legal secara hukum karena dapat persetujuan Kementerian Hukum dan Ham No AHU-00037776.AH.01.10.Tahun 2016 pada 30 November 2016.

"Jadi, dibeli oleh CCB 60%, lalu kita berganti nama, sekarang kita sudah bisa menggunakan nama CCB Indonesia. Yang tadinya merger secara hukum secara operation juga merger, itu namanya operation merger," kata Direktur CCB, Luianto Sudarmana, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/2/2016) lalu.

Selain berganti nama, kini CCB Indonesia juga mengubah segmen pasar. Bank Windu sebelumnya lebih fokus untuk menyalurkan kredit ke sektor perdagangan whole sale dan ritel yang mengambil porsi 30% dari total kredit di 2016 sebesar Rp 8,2 triliun. 

"Dulu ada juga penyaluran kredit ke sektor manufaktur, porsinya sekitar 17%," imbuhnya.

Saat ini CCB Indonesia akan fokus menyalurkan kredit ke sektor korporasi khususnya infrastruktur. Dari target pertumbuhan kredit tahun ini sekira 60-70% sekitar Rp 3,5 triliun akan disalurkan untuk kredit sindikasi infrastruktur. Perseroan sudah mencatat akan membiayai pembangunan PLTU di Sumatera dan Kalimantan sekitar Rp 1,5 triliun secara sindikasi.

Selain itu CCB Indonesia juga berencana akan masuk ke sektor bisnis trade finance dan juga pembiayaan perumahan atau kredit kepemilikan rumah (KPR). Sebenarnya pada saat masih menjadi Bank Windu bank tersebut sudah menjajaki sektor trade finance, namun masuknya CCB akan semakin memperkokoh perseroan di ranah tersebut.

"Di ASEAN ada 650 juta penduduk, Indonesia 250 juta,jadi market ini besar. Kedua mata uang renminbi sudah masuk dalam special growingrate, kira-kira 11%. Sudah merupakan mata uang dunia, di mana bank-bank central boleh menanamkan uangnya dalam mata uang renminbi sekitar 11% dari portofolio mereka," jelasnya.

 

 

 

Editor : Marcel Rombe Baan