• News

  • Religi

International Interfaith Dialogue, GMKI: Dialog Penting Dilakukan Jaga Toleransi

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat.
News
Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat.

AMBON, NETRALNEWS.COM – Kegiatan International Interfaith Dialogue dan Pertemuan Nasional Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ( GMKI) akan membahas hal-hal strategis dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan perdamaian dunia.

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menyampaikan bahwa masyarakat harus mewujudkan masyarakat yang toleran dan damai dalam membangun peradaban bersama.

“Pentingnya kita sebagai anak bangsa untuk menjaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan mengenal dan memahami satu sama lain. Dengan kondisi bangsa yang majemuk dan dinamis ini saya ingin menekankan bahwa pemahaman lintas budaya adalah kemampuan yang dibutuhkan pemuda saat ini,” kata Sahat, seperti dalam laporan tertulis yang redaksi terima, Jumat (17/11/2017).

Menurut Sahat, dialog merupakan salah satu cara efektif dalam mewujudkan toleransi di dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Tapi sebelumnya penting untuk mengetahui bagaimana kebudayaan dan kebiasaan dari setiap orang sehingga komunikasi tidak berbenturan dengan budaya di setiap negara atau daerah.

“Kita harus mampu mengatasi permasalahan intoleransi dengan pendekatan budaya lokal, mengedepankan dialog dan menerima kondisi bangsa yang majemuk sehingga mampu merawat ke-Bhineka Tunggal Ika-annya. Semua itu demi Indonesia yang dicita-citakan, Indonesia yang mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya," kata Sahat.

Sementara itu, Wakil Ketua Federasi Mahasiswa Kristen Dunia Regional Asia Pacific  (WSCF Asia Pasific) Saman Jayasuriya dari Sri Lanka menyampaikan bahwa kegiatan dialog lintas agama yang dilakukan oleh GMKI perlu dilakukan mengingat kondisi intoleransi merajarela bukan hanya di Indonesia tetapi di berbagai negara lainnya.

“Dialog seperti ini perlu dilakukan sehingga pemuda dari berbagai negara dapat berbagi pengalaman bagaimana nilai toleransi dan perdamaian dapat diwujudkan di seluruh dunia,” kata Saman.

Hadir dalam kegiatan tersebut, 24 peserta internasional yang berasal dari 19 negara, 115 peserta dari berbagai daerah dan organisasi kepemudaan dari seluruh Indonesia, serta 130 senior GMKI dari seluruh Indonesia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani