• News

  • Religi

Dubes Palestina: Selamat Natal Masyarakat Indonesia Terkhusus di Pulau Sumba

Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair S M AI Shun menghadiri undangan perayaan Natal GMKI.
Dok. GMKI
Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair S M AI Shun menghadiri undangan perayaan Natal GMKI.

SUMBA, NNC - Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair S M AI Shun merasa bangga dengan kehidupan umat beragama yang harmonis di Pulau Sumba.

Pernyataan ini disampaikan Dubes Zuhair saat menghadiri undangan acara Natal Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang bertempat di Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (20/1/2018) malam.

"Saya atas nama pribadi, keluarga dan seluruh masyarakat Palestina menyampaikan selamat Natal kepada masyarakat Indonesia terkhusus di Pulau Sumba," kata Dubes Zuhair, dalam keterangan tertulis yang NNC terima dari Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, Senin (22/1/2018).

Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Bupati Sumba Timur selaku Ketua Umum Panitia, Umbu Lili Pekuwali, Bupati Sumba Tengah, Umbu Sapi Pateduk alias Umbu Bintang. Selain itu perwakilan pemerintah kabupaten Sumba Barat dan pemerintah kabupaten Sumba Barat Daya, perwakilan Kementerian ESDM, Perwakilan Kementerian Agama, Putri Pariwisata Indonesia tahun 2016 dan Lois Merry Tangel.

Bupati Sumba Timur, selaku penanggungjawab pelaksana, Gidion Mbilijora, menyampaikan bahwa selama ini empat pemerintah kabupaten se-Sumba dan masyarakat Sumba selalu berupaya menjaga keharmonisan hidup antar umat beragama dan etnis. Sampai saat ini tidak ada terjadi konflik besar karena alasan perbedaan agama.

"Setiap tahun kami rutin melaksanakan kegiatan antar umat beragama. Masyarakat Sumba tidak terprovokasi dengan radikalisme ataupun tindakan intoleran di daerah lain. Kami mengundang warga dari daerah lain dan luar negeri untuk belajar kehidupan yang toleran di tengah masyarakat Sumba," ujar Gidion.

Lebih lanjut Dubes Zuhair mengatakan, Tanah Palestina adalah Tanah Suci untuk semua agama, seperti kota Yerusalem dan Betlehem. Kata Dubes Zuhair, selama ini tidak ada konflik antar agama yang terjadi di Palestina tetapi konflik lahan, dimana ada perlawanan negara Israel terhadap rakyat Palestina.

"Di Palestina, semua masyarakat dari berbagai agama dan ideologi bersatu melawan pendudukan Israel. Tanah kami disebut tanah perdamaian untuk semua agama, tanah suci bagi semua," ungkap Zuhair.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang