• News

  • Religi

Ketum WALUBI Sebut Toleransi Umat Beragama di Indonesia Sangat Baik

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Siti Hartati Murdaya
indochinatown
Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Siti Hartati Murdaya

JAKARTA, NNC - Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Siti Hartati Murdaya, mengajak Umat Budha ikut menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama. Menurutnya, toleransi antar umat beragama di Tanah Air sudah sangat baik.

“Mari sama-sama menjaganya apalagi di tahun depan adalah tahun politik. Kita ingin negara ini bersatu. Boleh berbeda namun ayo bersatu demi Indonesia,” kata Hartati saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Walubi Jateng, Selasa (4/12/2018).

Dijelaskan, melalui Rakerda ini Walubi dapat duduk bersama demi menghormati perbedaan tersebut. Terlebih saat ini banyak muncul ide, gagasan dan kreativitas yang berbeda, namun memiliki tujuan sama yakni membangun Indonesia.

Dia menambahkan  program kerja walubi dan buddha dharma harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan. Penuh cinta kasih dan hidup rukun sesama umat Buddha dan dengan umat beragama lain serta dengan pemerintah.

"Dengan prinsip dasar walubi adalah non intervensi sesama anggota, tidak berkonflik dan saling mencela, tidak saling memojokan, tidak adu kekuatan, sebaliknya harus saling menghormati, saling belajar, saling mengisi, saling berkonsentrasi pada pembinaan umat," jelasnya.

"Dalam beragama walubi memegang tegug kitab suci tripitakan sesuai dengan mahzab dan aliran masing-masing. Dalam bernegara walubi berpegang teguh pada landasan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI," tukasnya.

Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen Pemprov Jateng menyampaika. saat ini sedang giat membangun infrastruktur untuk mempermudah akses wisata religi ke berbagai daerah. Borobudur yang merupakan tempat agung bagi umat Budha, mendapat prioritas pembangunan untuk mempermudah aksesibilitinya.

“Tidak hanya ke Borobudur namun juga daerah lain yang menjadi destinasi wisata reliji seperti Temanggung, Dieng ataupun Semarang. Kami pengin wisatawan tidak hanya turun di Jogja namun juga dapat turun di Bandara Ahmad Yani dimana Pemprov sedang menyiapkan sarana prasarana penunjang. Tentu ini juga akan bermanfaat banyak bagi umat Budha,” tukasnya.

Ketua DPD Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Jateng, Tanto Soegito Harsonio mengatakan melalui kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Walubi Jateng, umat Budha bisa lebih rukun, saling menghormati, bersatu, gotong-royong, dan maju.

“Sebab tanpa hal-hal tersebut maka kerukunan dan kedamaian tidak akan terwujud. Semua umat beragama, termasuk umat Budha harus senantiasa bergotong-royong,” katanya.

Dia menambahkan ada beberapa prioritas program kerja yang akan menjadi titik berat Rakerda ini. Di antaranya terkait dengan isu kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan umat dimana Rakorda diikuti 10 majelis.

Adapun secara umum, program kerja Walubi mencakup 12 item di bawah komando Ketum DPP Hartati Murdaya. Ia juga mengajak seluruh umat untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama untuk mencapai stabilitas keamanan di Jateng yang sudah sangat kondusif saat ini.

“Kita tidak perlu menonjolkan diri namun tetap menjaga toleransi bersama karena negara kita negara Pancasila,” pungkasnya.

Rakerda yang dihadiri sekitar 400 umat Budha perwakilan dari berbagai daerah, seperti Boyolali, Temanggung, Jepara, Kudus, serta Kabupaten dan Kota Semarang ini membahas sebanyak 12 program. Belasan program itu meliputi antara lain program generasi muda, organisasi, serta program ekonomi kerakyatan.

“Program melibatkan anak muda menjadi prioritas karena anak muda menjadi dasar berbangsa dan bernegara. Sehingga generasi muda harus maju dan hebat dan mengambil peran dalam berbangsa dan bernegara. Generasi muda menjadi vital dalam organisasi Walubi,” tuturnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono