• News

  • Religi

Ini Pesan Menag Bagi Umat Buddha di Tri Suci Waisak

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Setkab
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan ucapan selamat Tri Suci Waisak kepada segenap Umat Budha di seluruh Indonesia. Menag mengajak Umat Buddha menjaga kebersamaan umat dalam memperkokoh negara bermartabat.

"Selamat merayakan Tri Suci Waisak bagi seluruh umat Buddha Indonesia. Semoga kerukunan, kedamaian, dan keharmonisan tercurah kepada umat Buddha dan segenap bangsa kita," kata Menag Lukman, seperti dikutip dari video unggahannya di media sosial Twitter @lukmansaifuddin, Minggu (19/5/2019).

Sebelumnya pada Sabtu (18/5/2019) siang Menag hadir dan memberikan sambutan pada Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2563 BE/2019 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta. Kemudian dia melanjutkan perjalanannya untuk menghadiri perayaan Tri Suci Waisak di pelataran Candi Borobudur, Magelang. Terakhir, menjelang tengah malam, Menag sudah hadir di tengah-tengah umat Buddha di Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah.

Bagi Menag Lukman Hakim, momentum perayaan Tri Suci Waisak Nasional ini menjadi pengalaman berharga. Candi Sewu merupakan tempat ketiga yang menjadi tujuan Menag di hari itu dalam rangka peringatan Tri Suci Waisak Nasional.

“Sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya, pada hari ini saya mendapatkan sebuah pengalaman berharga dari umat Buddha Indonesia. Di mana tepat pada saat menjelang purnama saya dapat menghadiri acara Peringatan Tri Suci Waisak di tiga tempat yang berbeda,” ujar Menag saat memberkan sambutan di pelataran Candi Sewu.

Candi Sewu sendiri merupakan candi tertua dan terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ini merupakan candi yang memiliki arsitektur unik. Dibangun pada sekitar abad ke-8 masehi, candi ini memiliki arsitektur yang merupakan perpaduan candi Hindu dan Buddha.

Menag menambahkan sejarah menunjukkan bahwa perkembangan agama Buddha di belahan dunia memiliki budaya yang berbeda. Demikian pula di Indonesia, sejak kejayaan Sriwijaya hingga sekarang, perkembangan agama Buddha tidak mengubah budaya yang menjadi kekayaan bangsa.

“Pesan penting yang dapat dipetik adalah jika setiap warga negara sadar memiliki bangsanya, maka negara akan kuat. Saya harap dalam setiap warga negara hakikatnya memiliki rasa empati terhadap sistem yang ada. Rasa empati itu adalah fitrahnya sebagai manusia, dan juga karena ajaran agama yang diyakini," kata Menag, dilansir dari laman Kemenag.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?