• News

  • Religi

Rider Hingga Ormas dari Minahasa Bantu Amankan Lalin Depan Istiqlal

Rider hingga ormas dari Minahasa bantu amankan lalin depan Istiqlal.
Netralnews/Ocha
Rider hingga ormas dari Minahasa bantu amankan lalin depan Istiqlal.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ribuan jamaah dengan hikmat mengikuti Salat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Istiqlal Jakarta. Jamaah dengan tenang bisa melangsungkan salat dengan pengamanan pihak kepolisian, keamanan masjid dan keamanan Gereja Katedral Jakarta yang lokasinya bersebrangan persis dengan masjid.

Tidak hanya pihak kepolisian dan pihak keamanan, hadir pula organisasi pemuda nonmuslim, Patriot Manguni Makasiow dari Minahasa, Sulawesi Utara dan rider dari Komunitas Black Manguni Makasiow yang juga ikut mengatur kelancaran lalu lintas, keluar masuk jamaah dan kendaraan di depan Masjid Istiqlal.

Ketua Komunitas Rider Black Manguni Makasiow Mike Palar mengatakan, pihaknya sengaja datang ke Masjid Istiqlal untuk membantu mengamankan Umat Muslim yang sedang jalankan Salat Id. Adapun personil yang didatangkan dari ormas dan komunitas sekitar 30 orang.

Diakui Mike, ini adalah kali pertama pihaknya membantu mengatur kelancaran lalu lintas, keluar masuk jamaah dan kendaraan di depan Masjid Istiqlal. Dia juga berharap, di tahun mendatang bisa melakukan kegiatan serupa.

"Kami mau jadi bagian dalam memberikan toleransi dan memberikan rasa aman dan ciptakan keamanan. Kami juga mau katakan bahwa Islam itu indah," kata Mike pada Netralnews, Rabu (5/6/2019).

Dipaparkan Mike, latar belakang lain kontribusi pihaknya yakni melihat kondisi DKI Jakarta yang masih hangat akan suasana politik. Maka dari itu pihaknya bukan bermaksud mengambil alih tugas kepolisian dan keamanan, melainkan membantu menjaga pertahanan rakyat dalam keberagaman. "NKRI harga mati," kata dia.

Lebih lanjut Mike jelaskan bahwa komunitasnya juga berangkat dari filosofi Burung Hantu Manguni Makasiow yang kerap memberi tanda alam pada masyarakat apabila akan terjadi bencana alam melalui suara. Burung hantu satu ini juga bisa memutar 360 derajat untuk melihat sekitarnya, sehingga menjadi peka pada lingkungan sekitar. Diharap, pihaknya juga menjadi komunitas yang peka terhadap lingkungan sekitar dan bisa membantu sesama melalui berbagai kegiatan sosial, disamping hobi berkendara.

Pada kesempatan yang sama, Pembina Komunitas Black Manguni Makasiow Paul Alexander Oroh mengatakan, pihaknya ingin membawa semangat masyarakat Minahasa yang dikenal memiliki toleransi antar umat yang baik. Orang Minahasa lantas ingin membawa semangat tersebut ke seluruh Indonesia.

"Toran samua orang basudara, artinya kita semua bersaudara, itu budaya kami. Kami ingin menunjukkan bahwa Orang Minahasa mencintai sesamanya," kata dia.

Paul percaya bahwa adat budaya yang ditanamkan leluhur adalah kebhinekaan, perdmaian dan persatuan. Adat budaya leluhur tersebut lantas bisa menjadi kunci menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dengan cepat.

"Kita sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk Umat Muslim. Jaga persaudaraan, kesatuan dan rajut kebhinekaan," kata Paul.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?