• News

  • Religi

Idul Fitri 2019, Ketua MPR: Kita Sama, Tak Ada Cebong dan Kampret

 Idul Fitri 2019, Ketua MPR: Kita sama, tak ada cebong dan kampret.
Netralnews/Adiel
Idul Fitri 2019, Ketua MPR: Kita sama, tak ada cebong dan kampret.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejak masa kampanye hingga penetapan hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), situasi politik Tanah Air sempat memanas.

Antara pendukung hingga elit politik kedua kubu capres-cawapres, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, masih terlibat aksi saling 'serang' terutama di media sosial (medsos).

Kondisi ini diprediksi akan terus berlanjut seiring proses pengajuan gugatan sengketa Pilpres 2019 oleh kubu Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Terkait hal itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak semua pihak agar Idul Fitri 1440 Hijriah ini dijadikan momentum untuk merajut kembali tali persaudaraan antara kedua pendukung paslon, sehingga tak ada lagi polarisasi seperti di Pilpres 2019.

Zulkifli juga meminta untuk menyudahi istilah 'cebong' yang selama ini disematkan kepada pendukung Jokowi ataupun julukan 'kampret' bagi pendukung Prabowo.

"Sekarang kita obati luka-luka itu, kita satukan hati kita teman-teman, mau BPN, TKN mau partai-partai, kita ini saudara, kita ini teman. Gak ada cebong kampret itu, gak ada, kita ini sama sebangsa setanah air," kata Zulkifli di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat, (5/6/2019).

"Oleh karena itu momentum ini saya mengajak kita jahit kembali Merah Putih, kita jahit persatuan, kita jaga kebersamaan untuk menuju Indonesia lebih baik," sambungnya.

Sementara soal gugatan sengketa Pilpres 2019 di MK, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini berharap, MK bisa memutuskan dengan baik dan siapapun presiden dan wakil presiden yang disahkan, diharapkan mampu menjadi pemimpin untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

"Kita doakan nanti MK bisa menghasilkan dengan baik, kita punya Presiden menjadi Presiden seluruh rakyat Indonesia. Yang milih maupun yang gak milih, yang demo maupun yang kritik, kalau itu betul terjadi maka Presiden kita namanya bapak bangsa," paparnya.

"Kalau itu terjadi, kalau bisa mempersatukan kita kembali, maka Indonesia menang. Menang dalam artian Presiden terpilih bisa menyatukan, menjahit, memperkuat kebersamaan kita. Itu yang paling penting," pungkas Zulkifli.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani