• News

  • Religi

MUI Imbau Masyarakat Perhatikan Standarisasi Penyembelihan Hewan Kurban

Ilustrasi hewan kurban.
mui.or.id
Ilustrasi hewan kurban.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi katakan, masyarakat dalam memilih hewan kurban harus mengindahkan standarisasi hewan yang akan disembelih.

Standarisasi yang dimaksud antara lain kondisi kesehatan hewan, tidak cacat, bersih, cukup umur dan jauh dari penyakit. Serta memperhatikan cara penyembelihan dengan tetap mengacu kepada ketentuan syariat Islam.

MUI juga meminta kepada masyarakat utamanya panitia kurban agar memperhatikan kebersihan lingkungan. Ini perlu dilakukan dengan harapan masyarakat terbebas dari penyakit.

"Harus memastikan bekas tempat pemotongan hewan kurban dan tempat pembagian daging kurban harus bersih dan tidak menimbulkan bau yang dapat mengganggu masyarakat sekitarnya. Sehingga lingkunannya tetap bersih, sehat dan bebas dari penyakit," kata Zainut dalam keterangan tertulisnya.

MUI juga mengimbau kepada umat Islam yang memiliki kelapangan rejeki agar melaksanakan ibadah kurban untuk memberikan kegembiraan kepada saudara-saudara kita yang kekurangan. Semangat berkurban harus dilandasi dengan nilai-nilai keihlasan, cinta kasih dan persaudaraan.

Lebih lanjut Zainut sampaikan agar MUI mengimbau seluruh umat Islam dalam menyambut Idul Adha dengan mengumandangkan takbir, tahmid, tahlil dan melakukan amalan sunah lainnya yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

MUI mengimbau umat Islam agar merayakan Idul Adha tetap menjunjung tinggi perilaku terpuji (akhlak karimah). Menjaga keamanan, kenyamanan dan kekhusyuan, serta menghindarkan diri dari perilaku yang berlebihan dan menyia-nyiakan harta.

MUI mengajak kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk menjadikan hari raya Idul Adha sebagai momentum untuk membangun solidaritas sosial, memperkuat dan mengokohkan kembali ikatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah.

MUI juga mengimbau kepada khatib Shalat ldul Adha dalam menyampaikan pesan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada  Allah SWT dengan mengambil hikmah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

"Khatib hendaknya menyampaikan pesan kesejukan untuk perdamaian dan persaudaraan. Menjauhkan diri dari fitnah, adu domba dan ujaran kebencian," harap dia.
   

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P