• News

  • Religi

‘Indonesia Raya‘ Berkumandang di Awal Misa, Umat Katolik Cinta Indonesia

Misa di Gereja Santo Yohanes Pembabtis Pura, Bojonggede, Kabupaten Bogor
Netralnews/Taat Ujianto
Misa di Gereja Santo Yohanes Pembabtis Pura, Bojonggede, Kabupaten Bogor

BOGOR, NETRALNEWS.COM – Ada yang berbeda dari biasanya. Misa yang diselenggarakan umat Katolik di Gereja Wilayah Santo Yohanes Pembabtis, Pura,  Bojonggede, Kabupaten Bogor, Minggu (18/8/2019), diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.

Misa dimpin oleh RD Dionisius Manopo dan dihadiri jemaat wilayah Bojonggede. Seluruh bangku di selasar gereja penuh dengan jemaah. Semua hening mengiringi arak-arakan pelayan misa. Saat RD Dionisius Manopo di depan altar, lagu kebangsaan pun dinyanyikan dengan khidmat.

Bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), selain memasukkan prosesi menyanyikan lagu kebangsaan di awal misa, panitia peringatan HUT RI Gereja Pura, Bojonggede juga menyelenggarakan sejumlah perlombaan.

Dalam Misa, RD Dionisius Manopo mengangkat tema tentang “sukacita atas rahmat Allah” karena dalam liturgi Gereja Katolik, juga bersamaan dengan Perayaan Santa Maria Diangkat ke Surga.

"Maria, Bunda Yesus, sama dengan kita. Namun, ia mampu menjalankan tugasnya sebagai Bunda Tuhan tak bercela sehingga ia disebut sebagai Yang Berbahagia dan diangkat ke Surga," kata RD Dionisius Manopo dalam kotbahnya.


"Sukacita Bunda Maria juga bersamaan dengan sukacita umat Katolik terhadap HUT Kemerdekaan RI. Semoga dengan pesan meneladani Bunda Maria, kita semua bisa membawa sukacita bagi kemerdekaan bangsa Indonesia yang kita cintai," imbuhnya.

Ia juga menyinggung tema HUT RI yang disampaikan Presiden Joko Widodo yaitu tentang "SDM maju dan unggul". Melalui sumber daya manusia yang unggul, bangsa Indonesia diharapkan semakin maju untuk masa-masa mendatang. Tentu juga diliputi dengan semangat cinta Tuhan.

Sementara misa berlangsung, anak-anak binaan Gereja Pura merayakan berbagai perlombaan dengan suasana sukacita. 

Editor : Taat Ujianto