• News

  • Religi

DPP GAMKI: Apa Dasar UAS Tuduh RS dan Ambulance Kafirkan Umat Islam?

DPP GAMKI: Apa dasar UAS tuduh RS dan ambulance kafirkan umat Islam?
Netralnews/Ocha
DPP GAMKI: Apa dasar UAS tuduh RS dan ambulance kafirkan umat Islam?

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) mempertanyakan dasar Uastaz Abdul Somad (UAS) menuduh Rumah Sakit dan Ambulance berusaha mengkafirkan umat Islam dengan lambang salib.

Pertanyaan ini disampaikan GAMKI karena menyesali klarifikasi yang telah disampaikan UAS, terkait video viral yang membahas tentang salib.

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Umum Terpilih DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat setelah menonton, mendengar, menyimak, serta menelaah secara seksama Video Klarifikasi Ustadz Abdul Somad (UAS) di dua lokasi yaitu yang pertama diunggah oleh akun Youtube FSRMM TV pada hari Minggu (18/8/2019) dan terakhir di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta pada hari Rabu (21/8/2019). Selain itu, DPP GAMKI juga merupakan salah satu organisasi yang meminta klarifikasi UAS.

Menurut GAMKI, berdasarkan ceramah dalam video yang viral, UAS menyampaikan bahwa ada upaya mengkafirkan umat Islam dengan menggunakan salib di Rumah Sakit dan Ambulance.

"Kami meminta UAS secara khusus memberikan klarifikasi terkait pernyataan beliau ini. Apa dasar UAS menuduh Rumah Sakit dan Ambulance berusaha mengkafirkan umat Islam dengan lambang salib?," kata Sahat pada Netralnews, Senin (26/8/2019).

Menurut Sahat, tuduhan ini dapat meresahkan masyarakat sehingga harus diklarifikasi oleh UAS. Menurutnya di berbagai daerah di Indonesia, ada banyak rumah sakit dan ambulance yang kepemilikannya merupakan milik lembaga negara, ataupun lembaga keagamaan, baik Islam, Katolik, Kristen Protestan, maupun agama lainnya.

Selama berpuluh tahun, rumah sakit dan ambulance juga memberikan pelayanan sosialnya dengan tulus kepada masyarakat Indonesia tanpa memandang perbedaan suku, agama, ataupun golongan. Selain itu, tujuan rumah sakit dan ambulance adalah untuk pelayanan sosial demi keselamatan pasien, bukan bertendensi untuk kepentingan lainnya.

"Berdasarkan telaah kami atas video ceramah tersebut, dapat kami pastikan bahwa ujaran yang mengandung materi penghinaan terhadap simbol agama kami bukanlah berdasarkan pertanyaan jemaah ataupun ayat Kitab Suci Agama Islam," tegas Sahat.

Lebih lanjut Sahat sampaikan bahwa pihaknya juga menyesalkan cara UAS berceramah dengan memperagakan pose Yesus disalibkan. Menurut Sahat, UAS juga memancing jemaahnya dengan mengkonfirmasi saat UAS memperagakan proses Yesus disalib. Jawaban dan peragaan Yesus disalibkan juga tidak sesuai dengan pertanyaan sederhana jemaah. Maka dari itu GAMKI nilai UAS sendiri yang membuat interpretasi atas pertanyaan tersebut.

Berdasarkan video, jelas juga bahwa UAS sendiri, bukan Jemaah, yang mengarahkan pembahasan di luar topik yang dibahas. UAS juga menggunakan kata “haleluyah” dalam ceramahnya dimana kata "haleluyah" sejauh yang pihaknya tahu, tidak tertulis di dalam Kitab Suci Agama Islam.

 Hal ini berarti UAS sendiri secara sadar dan dengan sengaja menyinggung, membahas, dan menafsirkan kebiasaan/simbol dari agama lain. Pada kenyataannya, penggunaan kata "haleluyah" oleh umat Kristen tidak diucapkan dengan maksud seperti yang diperagakan oleh UAS," kata Sahat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani