• News

  • Religi

Ignatius Suharyo Jadi Kardinal, Menag Ucapkan Selamat

Mgr Ignatius Suharyo resmi dilantik menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus pada 5 Oktober 2019 di Vatikan
Istimewa
Mgr Ignatius Suharyo resmi dilantik menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus pada 5 Oktober 2019 di Vatikan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Mgr Ignatius Suharyo resmi dilantik menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus pada 5 Oktober 2019 di Vatikan. Pelantikan dilakukan setelah sebelumnya Paus Fransiskus mengumumkan Mgr Suharyo sebagai Kardinal pada 1 September 2019 lalu. 

Ini bukan kali pertama dipilihnya Kardinal asal Indonesia, sebelumnya telah ada  Mgr Justinus Darmojuwono pada 1967, Mgr Julius Darmaatmadja pada 1994, dan disusul Mgr Ignatius Suharyo pada tahun ini. 

Pelantikan ini lantas disambut baik oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Menag Lukman turut menyampaikan ucapan selamat kepada Kardinal Suharyo melalui akun resmi media sosial Twitternya, @lukmansaifuddin.

"Selamat kepada Bapak Ignatius Kardinal Suharyo yang baru saja dinobatkan sebagai kardinal," kata Menag Lukman, dikutip dari cuitannya, Minggu (6/10/2019).

Sebelumnya, Suharyo pernah mengatakan, pengangkatan Kardinal oleh Paus Fransiskus bukanlah prestasi dirinya, melainkan karena alasan Gereja Katolik Indonesia dan terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Dia sendiri mengaku telah beberapa kali bertemu dengan Paus Fransiskus dan Pimpinan Vatikan menerangkan bahwa Gereja Katolik sangat menghargai harmoni kehidupan lintas iman masyarat Indonesia.

"Ada usaha bagi Vatikan semakin memahami Indonesia, negara penduduk muslim besar di dunia. Vatikan ingin mengenal lebih baik Islam Indonesia," kata Suharyo.

Kehidupan harmonis Bangsa Indonesia lantas dinilai mampu menjadi tempat belajar negara-negara dan komunitas lain bahwa perbedaan mampu memperkaya sejarah. 

"Pelantikan sebagai Kardinal dipahami dengan penuh syukur bukan karena saya tapi karena Gereja katolik di Indonesia dan penghargaan realitas kehidupan di Indonesia yang dapat diusahakan terus menerus," ujar dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli