• News

  • Religi

Crosshijaber Haram, MUI Bekasi Sarankan Hal Berikut Ini

Ilustrasi
Cadarbrussels
Ilustrasi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi Komisi Pengkajian dan Penelitian, Wildan Hasan menyikapi tren crosshijaber, dimana laki-laki menggunakan jilbab dan cadar yang sedang ramai di media sosial. 

Menurut dia, tren tersebut hukumnya haram, baik karena penyimpangan orientasi seksual maupun sebagai cara agar dapat bergaul rapat dengan perempuan dengan maksud maksud yang tidak baik.

"Jika disebabkan oleh penyimpangan seksual jelas keharamannya dalam syariat Islam. Penyimpangan seperti ini harus ditindak tegas dan diberikan terapi agar kembali kepada fitrahnya sebagai laki-laki," kata Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Kota Bekasi ini, dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/10/2019).

Menurutnya, apabila crosshijaber terjadi karena seorang laki-laki normal memiliki maksud buruk kepada kaum perempuan, maka dirinya setuju bahwa hal tersebut bisa masuk ke wilayah tindak pidana. Dijelaskan dia, dalam Islam tindakan mengenakan pakaian perempuan saja sudah merupakan hal terlarang apalagi digunakan sebagai tipu daya dalam rangka melakukan kejahatan seksual kepada kaum perempuan.

"Perilaku tersebut harus segera mendapatkan penangan yang tegas dan menyeluruh sebab bisa juga merupakan konspirasi pihak pihak yang tidak menyukai Islam untuk memburukkan citra umat Islam khususnya kaum muslimah," tegas dia.

Lebih lanjut Anggota Majelis Tafkir PP Persis ini juga menegaskan bahwa perilaku tersebut tentu saja sangat memprihatinkan dan meresahkan. Di zaman yang saat ini serba boleh dan bebas atas nama HAM dan toleransi, tantangan bagi umat Islam khususnya para ulama dan para DAI semakin berat untuk membentengi dan menyadarkan umat dari perkara-perkara yang menyimpang dari aqidah dan akhlaq Islam.

Dikatakan dia, proyek merusak tatanan hidup masyarakat yang agamis semacam homoseksualitas, Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT), free sex dan lain sebagainya adalah proyek iblis internasional. Oleh karena itu harus dihadapi dengan segenap kekuatan dan oleh seluruh lapisan masyarakat dari pemerintah sampai warga negara, dari kebijakan pemerintah sampai kesadaran masyarakat.

"Semua harus memiliki kesadaran yang sama atas bahaya hal tersebut dan melakukan gerakan bersama untuk menangkal dan mengenyahkan bahaya-bahaya itu," harap dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli