• News

  • Romansa

Untuk Pasutri! Ini Tips Bercinta di Bulan Puasa

Untuk Pasutri, ada beberapa tips bercinta di bulan puasa.
Style
Untuk Pasutri, ada beberapa tips bercinta di bulan puasa.

JAKARTA, NNC - Pasangan suami istri (pasutri) melakukan hubungan intim di bulan puasa? Sah-sah saja selama hubungan intim tersebut dilakukan sesudah waktu berbuka puasa hingga waktu sebelum sahur. Meski kerap dianggap tabu, nyatanya ritual ‘asyik masyuk’ di bulan puasa ini dipercaya dapat memberikan sensasi berbeda bagi Anda dan pasangan. 
 
Menurut dr. Nugroho Setiawan, Sp.And, dokter spesialis andrologi, bulan puasa tidak menghalangi aktivitas seksual pasutri. Hanya saja, yang harus diingat, selama bulan puasa hubungan intim tidak dapat lagi dilakukan sebebas dulu. 
 
Ada pengalihan jam-jam untuk berhubungan intim. Pengalihan jam ini, otomatis akan membuat waktu berhubungan intim Anda semakin singkat. Tentunya waktu yang sangat sempit dan terbatas ini harus benar-benar dimanfaatkan pasutri untuk segera meraih puncak kenikmatan seksual. Berikut tipsnya:
 
1. Antara Jam 9-11 Malam
Di bulan puasa ini biasanya hubungan intim dilakukan setelah waktu berbuka puasa hingga sebelum waktu sahur. Idealnya hubungan intim di bulan puasa dilakukan setelah ibadah sudah selesai, antara jam 9 malam hingga jam 11 malam sebelum tidur. Sementara bagi pasangan yang ingin berhubungan, namun belum sempat melakukannya, diperbolehkan melakukannya hingga saat sebelum sahur. Prinsipnya, hubungan intim saat puasa ini boleh dilakukan sejak saat berbuka puasa hingga sebelum sahur.
 
2. 2-3 Hari Sekali
Sama seperti hubungan intim di hari biasa, untuk pasutri yang behubungan intim untuk rekreasi dapat melakukannya kapan saja. Khusus bagi pasangan yang berhubungan intim dengan tujuan untuk memperoleh anak, dapat melakukannya 2-3 hari sekali. 
 
3. Perut Penuh
Hubungan intim sebaiknya tidak dilakukan saat kondisi perut sedang benar-benar penuh. Kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasangan suami isteri saat hubungan intim tengah berlangsung. Untuk itu, jika Anda dan pasangan sudah tidak sabar untuk segera berhubungan setelah berbuka puasa, sebaiknya sedikit sabar menunggu 1-2 jam setelah makan. 
 
4. Stamina Prima 
Untuk meraih sensasi dahsyat, setiap aktivitas seksual tentunya membutuhkan stamina prima. Begitu pun halnya hubungan intim di bulan puasa. Kebugaran fisik pada saat melakukan hubungan seksual adalah faktor penting yang menentukan dasyat atau tidaknya sensasi yang akan diraih. Berhubung bercinta diibaratkan sebagai olahraga yang membutuhkan energi yang cukup banyak, maka untuk mencapai kondisi prima kala bermain di atas ranjang, Anda dan pasangan disarankan untuk makan makanan yang kaya akan kandungan zat gizi seperti daging ayam, buah-buahan dan sayuran hijau. Selain itu, sebaiknya diimbangi juga dengan olahraga ringan seperti stretching pelemasan badan dan istirahat cukup. 
 
5. Mencuri Kesempatan di Waktu yang Sempit
Jika kondisi fisik sudah mendukung, berbagai posisi bercinta pun bisa Anda dan pasangan jalani berdua. Praktiknya jika dilakukan dalam kondisi prima, aktivitas satu ini tetap mampu menghadirkan sensasi luar biasa yang tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan ritual bercinta  di hari biasa. Sensasi yang timbul biasanya muncul dari rasa tantangan untuk mencuri-curi kesempatan dan waktu dalam waktu yang sempit. Tantangan ini nantinya diharapkan akan lebih memacu gairah masing-masing pasangan untuk segera meraih puncak kenikmatan alias orgasme.
 
6. Butuh Kreaktivitas Tinggi 
Berhubungan intim dengan waktu yang relatif pendek membutuhkan adanya kreativitas dari masing-masing pasangan. Kreativitas ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi rasa bosan dalam berhubungan. Kreativitas ini dapat dilakukan dengan fantasi bercinta. Salah satunya dengan menonton blue film sebelum bercinta. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah posisi bercinta. Mengubah gaya bercinta ini membutuhkan adanya kesepakatan dan komuniksi dari masing-masing pasangan. Setelah tercapai kesepakatan, selanjutnya masuk ke tahap foreplay. 
Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Sulha Handayani