• News

  • Romansa

Tips Menjaga Kesehatan Organ Intim Perempuan untuk Mencegah Keputihan

Ilustrasi keputihan
inokes
Ilustrasi keputihan

JAKARTA, NNC - Perawatan organ intim perlu dilakukan agar tidak terkena keputihan. Cara merawatnya cukup mudah. Menurut dr. Budiman Japar, SpOG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, sebagai langkah awal sebaiknya Anda melakukan teknik pembasuhan (cebok) yang benar.

Teknik cebok yang benar sendiri dimulai dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Setelah cebok, lap dengan lap kering yang menyerap keringat. Sebaiknya gunakan lap berbahan dasar katun. Tisu, jika tidak menyerap air, juga tidak baik untuk kebersihan vagina (mrs v).

Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk menggunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat. Pakailah celana dalam yang berbahan katun. Agar hasilnya lebih maksimal, hindari kebiasaan menggunakan pembalut atau pantyliner yang terlalu lama.

Sebagai penutup, jagalah kesehatan fisik Anda seperti makan makanan yang bersih, sehat, dan bergizi tinggi yang diimbangi dengan olahraga yang teratur. Jika ada masalah keputihan, maka segeralah periksakan diri Anda ke dokter.

Di sisi lain, data penelitian yang dilansir oleh sebuah lembaga kesehatan reproduksi di Indonesia, secara mengejutkan menunjukkan 90 persen wanita di Indonesia pernah menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup.

Sebanyak 45 persen di antaranya bisa mengalaminya sebanyak lebih dari dua kali. Berdasarkan data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa keputihan yang ditandai dengan keluarnya cairan bening dan tak berwarna ini adalah hal normal yang dialami oleh kaum hawa.

Berhubung dicap normal, mereka pun jadi tak awas lagi merawat kesehatan dan kebersihan vaginanya. Akibatnya, keputihan yang awalnya berwarna bening dan tak berbau ini lama-kelamaan berubah warna jadi putih susu, kehijauan, kekuningan dan abu-abu.

Parahnya perubahan warna ini juga diiringi dengan bau amis yang terasa gatal. Jika sebelumnya keputihan ini hanya timbul saat stres, menstruasi dan kehamilan, keputihan abnormal ini justru bisa timbul setiap saat.

Meskipun kerap dianggap sepele, nyatanya jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut tanpa pengobatan, maka lama-kelamaan kuman patogen penyebab keputihan ini akan menyesuaikan diri dan jadi kebal di dalam mrs v.

Efeknya bisa sangat fatal. Tidak hanya bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil di luar kandungan, keputihan ini juga bisa menjadi gejala awal dari kanker rahim yang bisa berujung pada kematian.

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Wulandari Saptono