• News

  • Romansa

Mengintip Agenda Bamsoet, Berpacu Melawan Waktu

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menerima perwakilan masyakarat Papua.
Humas DPR
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menerima perwakilan masyakarat Papua.

JAKARTA, NN C- Sepekan terakhir, sejak Senin hingga Rabu (4 - 6/6/2018), Ketua DPR Bambang Soesatyo terus berpacu melawan waktu. Hal itu terlihat Bamsoet, demikian legislator yang selalu aktif memberikan informasi ter-update setiap waktu semenjak dirinya dipercaya parpolnya memimpin 650 anggota dewan di Senayan.

Dia tak henti-hentinya menerima kunjungan masyarakat dari berbagai golongan. Dari pedagang cilik hingga pemimpin negara lainnya. Tidak hanya sekedar menerima kunjungan masyarakat, namun Bamsoet juga masih menyisihkan waktu menjadi Keynote Speaker dari berbagai  lembaga di republik ini.

Acara Bamsoet memang  sudah  teragenda. Tapi, kadang di luar itu ada lagi yang tak terjadwal, seperti menerima kedatangan pimpinan fraksi DPR, kader partai dan lain-lain.

Bahkan, Bamsoet sempat absen untuk menghadiri jadwal undangan KPK saat dimintai keterangan terkait kasus e-KTP terutama untuk salah satu terduga keponakan Setya Novanto. Bamsoet pun meminta untuk diagendakan kembali agar dirinya bisa penuhi undangan KPK terkait hal yang dimaksud.
 
Keabsenan Bamsoet dikarenakan seluruh agendanya sudah terjadwal sebelum undangan KPK, sehingga dirinya harus menjalankan tugasnya dengan baik.

Lalu, apakah memang acara Bamsoet sangat  padat? Ya, jika dilihat dari beberapa hari ini memang begitu padat dibandingkan dengan pimpinan DPR lain.

Meski demikian, dalam kepadatan acara itu, Bamsoet masih sempat menyisihkan waktu merespon sejumlah informasi dari sepanjang agenda aktivitas dari setiap komisi dan isu-isu terkini yang berkembang baik di masyarakat, pemerintah hingga tugas teman-temannya di legislator. Semua itu Bamsoet bagikan kepada  wartawan yang sehari-hari bekerja meliput kegiatan di Parlemen melalui Grup WhatsAPP khusus.

Setidaknya, inilah salah satu gaya kepimpinanan seorang Bambang Soesatyo dalam mengapresiasi kondisi yang berkembang di publik. Hal itu sangat dirasakan oleh para wartawan jika dibandingkan dengan kepemimpinan sebelumnya, yang boleh dikatakan tidak rutin memberikan komentar setiap hari lewat rilis.

Respon Bamsoet itu biasanya dikirim ke grup wartawan parlemen sebelum beliau masuk kerja pagi hari. Meski demikian, dirinya masih meladeni wawancara wartawan dalam berbagai kesempatan dalam aktivitasnya sebagai seorang pimpinan DPR, Wakil rakyat dan pimpinan lembaga tinggi negara.

Memang, saking padatnya agenda yang harus dilakoni seorang Bamsoet,  di tengah kesibukannya itu, sebelum bulan Ramadan, dia berusaha menggunakan waktu longgar beberapa menit untuk bisa bernapas lega menikmati suasana santai yaitu masuk ke ruang wartawan untuk sekadar ngopi dan merokok bersama.

Beberapa peristiwa yang pernah dilakoni Bamsoet adalah mendatangi ruangan wartawan di media senter parlemen. Sebut saja ruang IV yang dekat dengan ruang pengurus koordinatoriat wartawan parlemen, ada juga ruang bebas rokok, yang mayoritas ditempati jurnalis-jurnalis senior.

Di sinilah tempat Bamsoet sekedar melepas lelah, bercanda dan bergurau, sembari merokok dan ngopi bareng  wartawan. Di sini dia tidak mau komentar soal politik, dia hanya ingin duduk mengopi dan merokok santai. Bahkan dia minta masukan dari teman-teman wartwan, tentang apa saja yang lepas dari pengamatannya.

Saat santai itu dia bertanya tentang agenda beberapa menit ke depan kepada stafnya. Setelah mengetahui masih ada beberapa menit bisa santai, diapun mengobrol hal yang lucu-lucu sehingga terdengar gelak tawa,  tidak lagi ada batas protokoler antara pimpinan pejabat negara dengan wartawan.

Saking akrabnya, kerap Bamsoet bicara pun non formal dengan gaya anak muda dengan menggunakan kata 'gue'. Bahkan sempat terucap saat mengobrol santai itu tentang padat agenda kerja seorang pimpinan DPR yang setiap hari dari pagi sampai sore banyak tamu harus dia terima.

Bamsoet dalam obrolan santai itu menceriterakan pernah menerima sekelompok masyakarat Papua yang mengadu soal tanah adat digunakan untuk landasan pesawat di Sentani Papua.

Selain itu, ada juga tamu soal penyelesaian konflik eksistensi Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dengan Lembaga Manajemen Kolektif Nasiomal (LMKN). Selain itu masih sempat sebagai keynote speaker di acara SOKSi di luar Gedung DPR. Kegiatan rutin Bamsoet ini berlangsung dari Senin sampai Kamis dalam sepekan ini.

Itulah sebabnya, mungkin para pembaca bisa melihat lumayan banyak berita yang bersumber dari Ketua DPR Bambang Soesatyo di berbagai media.

Bahkan pernah redaktur media ini (NNC.COM) sempat bercanda, "kok beritanya kebanyakan Bamsoet sih?"

Jadi, jangan heran, setiap hari selalu ada berita bersumber dari Bamsoet. Karena setiap hari dia punya agenda menerima tamu dan meladeni wartawan, juga memberikan pinter-pointer isu melalui grup WA kepada wartawan.

Itulah cara Bamsoet berpacu melawan agenda "waktu" sebagai Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat, pimpinan lembaga tinggi negara dan tentunya mewakili aspirasi masyarakat yang diwakilinya.

Lalu, bagaimana dengan pimpinan  DPR lainnya? Tentu saja masing-masing punya agenda dalam aktivitasnya. Mereka punya agenda namun mungkin tidak sama seperti yang Ketua DPR.

Setiap lembaga yang ingin bertemu Pimpinan DPR untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan permasalahan mereka langsung kepada Pimpinan DPR.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono