• News

  • Romansa

Ini Solusi Agar Miss V Tak Terlalu Kering saat Bercinta

Ilustrasi.
Patheos
Ilustrasi.

JAKARTA, NNC - Tak bisa dipungkiri jika bercinta menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan bagi setiap pasangan suami istri (pasutri). Sayangnya, terkadang aktivitas itu membuat istri menjadi kurang nyaman lantaran vaginanya (miss v) terlalu kering ketika dipenetrasi oleh suami. 

Jika keadaan miss v yang terlalu kering tak segera diatasi, hal ini tentu bisa berujung serius. Karena itu, alangkah baiknya jika alat vital itu dijaga kesehatannya. Pelumas yang aman dan banyak-banyak minum air putih bisa Anda jadikan solusi. Seperti apa? Berikut ulasannya seperti dikutip dari Indiansutras: 

1. Pelumas yang Aman

Kurangnya pelumas alami miss v biasanya disebabkan oleh usia semakin menua atau mendekati menopause. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan pelumas buatan agar miss v tidak terlalu kering kala dipenetrasi. Anda bisa menggunakan lotion. Setidaknya metode ini diterapkan saat foreplay dan begitu mudahnya Anda meraih orgasme.

2. Air Putih

Agar terhindar dari terlalu keringnya miss v, cara paling sederhana untuk mengatasinya adalah dengan memperbanyak konsumsi air putih. Anda bisa melakukannya setiap dua jam. Kebiasaan ini bisa dibilang melancarkan aliran darah dalam tubuh, yang berujung ke organ intim. 

3. Hindari Sabun

Alangkah baiknya jika para istri menghindari penggunaan sabun untuk membersihkan miss v, apalagi sabun yang mengandung pewangi dan alkohol. Pasalnya, kebiasaan tersebut tanpa disadari bisa menyebabkan miss v kering. Akibatnya, bercinta jadi tidak terasa nyaman dan memilih jalur lain untuk mengatasi. Padahal belum tentu efeknya baik bagi tubuh.

4. Konsultasi

Meski Anda sudah melakukan cara-cara di atas, tapi miss v tetap bermasalah, tentu harus segera mengonsultasikannya ke dokter. Bisa jadi rasa perih dan tidak nyaman itu disebabkan karena infeksi miss v. Dan tanpa disadari, bisa jadi penyebab dari itu semua adalah penggunaan kondom. Ditambah lagi karena peradangan yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

 

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Nazaruli