• News

  • Romansa

Kisah Joni, Si Pemberani Pemanjat Tiang Bendera Setiba di Kantor Menpora

Yohanes Gama Marschal Lau (Joni) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
IG @jojo_ismyname
Yohanes Gama Marschal Lau (Joni) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

JAKARTA, NNC - Aksi heroik Yohanes "Joni" Ande Kala Marcal (14), bocah pemanjat tiang bendera di Atambua, Nusa Tenggara Timur menyentuh hati banyak orang. Ia bahkan diundang langsung untuk datang ke Jakarta oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Di kantor Kemenpora, Joni  diajak masuk ke ruangan pribadi Imam, juga duduk di kursi empuknya. Selama beberapa saat dia mendadak jadi Menpora, menerima "laporan" dari Imam yang berubah jadi "anak buah".

Dia meninggalkan jejak tulisan di buku yang berada di atas meja Imam. Joni menulis nama panjang, juga pesan untuk para pelajar Indonesia.

"Pesan dari Joni: anak Indonesia harus rajin belajar," tulis Joni yang juga membubuhkan tanda tangan yang terdiri dari tulisan sambung.

Petualangan Joni di ibu kota tak berakhir di Kemenpora. Malam ini, dia akan diajak menghadiri upacara pembukaan pesta olahraga Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Imam berjanji akan membawanya berkeliling venue pertandingan Asian Games.

Senin mendatang, Joni akan dipertemukan dengan Presiden Joko Widodo.

Dia juga dijamin bisa menikmati jalannya pertandingan sepak bola, olahraga favoritnya. Dari semua pemain sepak bola, ada satu yang paling dia kagumi.

"Evan Dimas," kata Joni yang menyatakan ingin bertemu dengan idolanya.

Keberanian Joni menimbulkan decak kagum setelah videonya memanjat jadi viral di dunia maya. Banyak pihak langsung memberikan apresiasi atas aksi Joni.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan beasiswa hingga lulus SMA. Setelah itu, dia akan mendapat prioritas apabila masih ingin jadi Prajurit TNI.

Pendidikan Joni hingga meraih gelar sarjana di perguruan tinggi juga dijamin oleh PLN yang bersedia membiayai biaya sekolahnya.

"Kami senang dan bangga," kata ayah Joni, Victorino Fahik Marschal seperti dilansir Antara.

Joni diundang ke Jakarta bersama kedua orangtuanya, Victorino serta istrinya Lorensa Gama. Ia berangkat dari Bandara El Tari Kupang pada Sabtu (18/8/2018).

Kedua orangtua Joni adalah merupakan warga eks Timor Timur yang memilih menetap dan hidup di Indonesia setelah eksodus pada Agustus 1999 pascareferendum di bekas provinsi ke-27 Indonesia itu.

Editor : Wulandari Saptono