• News

  • Singkap Budaya

Asal-Usul  Suku Dayak Iban, Suku yang Terkenal di Antara Suku-suku Dayak

Suku Dayak Iban
pesonaindo
Suku Dayak Iban

KUTAI, KALIMANTAN TIMUR, NETRALNEWS.COM - Suku Dayak Iban merupakan salah satu suku yang terkenal di antara suku-suku Dayak di Kalimantan. Itu disebabkan oleh berbagai keunikan yang dimiliki suku Dayak Iban; mulai dari etnis budayanya, tatonya, kain tenunnya, tariannya, dan masih banyak lagi. 

Suku Dayak dikenal sebagai suku yang memiliki warisan magis yang kuat. Ilmu-ilmu spiritual menjadi simbol kekhasan dari adat suku Dayak Iban yang mendiami pedalaman tanah Borneo ini. 

Namun terlepas dari kenyataan tersebut, ternyata masih banyak orang yang belum tahu tentang seperti apa dan bagaimana asal usul suku dayak tersebut di masa lalu. 

Asal usul suku dayak diperkirakan merupakan keturunan dari ras Mongolid, Asia. Seperti diketahui bahwa 2000 tahun sebelum masehi, benua Asia masih menyatu dengan Pulau Kalimantan. Ras Mongolid yang terdesak karena kalah perang, mengembara ke arah Selatan, mulai dari Semenanjung Malaya, Serawak, hingga Kalimantan

Ras Mongolid ini kemudian menetap, mendirikan perkampungan di tepian-tepian sungai, beranak pinak, dan membangun kebudayaannya sendiri di tanah Borneo.

 Seiring waktu berlalu, suku bangsa Melayu dari Sumatera dan Semenanjung Malaya, Orang-orang suku Bugis, Makassar, dan Jawa yang datang dalam rentang waktu yang lama, mendesak orang-orang ras Mongolid yang menjadi asal usul suku dayak ini untuk semakin masuk, naik ke huluan sungai. Mereka terpencar-pencar, menyebar, dan mendiami daerah daerah pedalaman. 

Masing-masing dari mereka kemudian mengembangkan adat budayanya masing-masing dan menjadi cikal bakal beragamnya sub etnis suku dayak di tanah Kalimantan. Di runut dari sejarahnya, suku Dayak sebetulnya pernah mendirikan sebuah kerajaan bernama Kerajaan Dayak Nansarunai. Akan tetapi, kerajaan ini tidak bertahan lama.

Masuknya para  Misionaris Kristen telah berhasil mengubah kepercayaan suku Dayak yang awalnya animisme menjadi percaya pada Al-Kitab. Jadi, kini banyak suku Dayak Iban yang menganuti agama Katolik dan Kristen Protestan

Agama dan budaya Islam yang dibawa orang-orang Jawa di masa kejayaan kerajaan Demak telah membuat sebagian  masyarakat Dayak Iban ini beralih menganut Islam. Itu ditambah dengan masuknya budaya Tionghoa ke dalam masyarakat suku Dayak Iban, telah menambah pula keragaman pengetahuan seni mereka seperti piring malawen, belanga, dan peralatan keramik. 

Terlepas dari akulturasi dan pengaruh budaya dari suku bangsa lainnya, pada kenyatannya saat ini suku Dayak Iban telah terbagi menjadi beberapa subsuku.  

Seni tari, misalnya, dalam tingkat nasional, beberapa seni tarinya yang dibawa ke tingkat nasional sebagai wakil dari daerah Kalimatan tingkat propinsi.

 

Editor : Thomas Koten
Sumber : Kisah Asal-Usul. Blogspot