• News

  • Singkap Budaya

Inilah Misteri Ritual Pesugihan Paling Nikmat di Gunung Kemukus, dan Jadi Kaya

Gunung Kemukus
boombastis
Gunung Kemukus

SRAGEN, JAWA TENGAH, NETRALNEWS.COM - Indonesia ini kaya akan tradisi dan budayanya, adat istiadanya, juga kaya akan kepercayaan dan sejenisnya. Tetapi, Indonesia juga kaya akan tingkah laku sekaligus pemikiran dan pandangan-pandangan yang aneh-aneh, atau nyeleneh-nyeleneh. 

Salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia juga soal kepercayaan akan adanya dunia gaib, atau dunia takhyul dengan diikuti aneka ritual yang aneh dan irrasional. Dan ritual-ritual aneh itu sungguh masih menjadi fenomena yang semarak di tengah masyarakat kita.

Terlepas dari apakah percaya atau tidak, benar atau salah, fenomena semacam itu telah merasuki relung jiwa sebagian masyarakat kita. Sehingga, seperti sangat sulit untuk melepaskan atau meninggalkan semua ritual-ritual yang aneh dan terkadang tidak masuk akal orang-orang yang masih berpikir waras dan sehat.

Salah satu lokasi yang sangat terkenal di Jawa yang seperti benar-benar sudah melegenda dalam kaitan dengan ritual yang aneh dan nyeleneh untuk jadi cepat kaya, itu adalah di Gunung Kemukus. Prosesi  ritual yang sangat nikmat sambil mengharapkan setelah pulang dari situ, cepat kaya.

Sekilas, Kemukus tak banyak berbeda dengan tempat-tempat peziarahan lain yang bertebaran di Jawa. Seperti di Gunung Jati, Gunung Muria, atau Gunung Kawi. Aktivitas peziarahan di sana juga berpusat pada makam orang yang dianggap punya daya iinuwih atau yang sakti mandraguna. Di Kemukus, yang jadi pujaan adalah tokoh Pangeran Samudra, yang terbaring tenang di makamnya, nun di puncak Bukit Kemukus.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi peziarah agar permohonan mereka terkabul juga mirip dengan tempat-tempat lain, dimana para peziarah itu memang ingin ngalab berkah jadi cepat kaya. Hanya ritual di Gunung Kemukus, agak aneh, tetapi nyata.

Setelah mandi di Sendang Ontrowulan, mata air yang terletak beberapa ratus meter sebelah timur makam, dan nyekar di makam Pangeran Samudra, peziarah haras nyepi sepanjang malam di sekitar makam.

Namun, acara nyepi di Kemukus bukan sembarang nyepi, tapi harus disertai dengan melakukan hubungan badan atau hubungan intim dengan lawan jenis yang bukan istri atau suami sendiri. 

Nah, inilah yang membuat gaya ngalap berkah di Kemukus lain dari yang lain. Boleh dibayangkan bagaimana ratusan pasang peziarah, di tengah alam terbuka, beramai-ramai melakukan hubungan intim secara massal dan kolosal. Sungguh suatu pemandangan yang langka tapi nyata.

Tingkah laku peziarahan yang ajaib ini bersumber pada mitos tentang Pangeran Samudra yang mirip dengan cerita Oedipus dari zaman Yunani Purba atau Sangkuriang di Jawa Barat. Juga hampir sama dengan mitos Jawa lainnya, yakni tentang Ratu Waru Gunung, tokoh yang mengawini ibunya dan punya anak sampai tiga puluh orang.

Pangeran Samudra adalah pangeran dari Kerajaan Demak yang jatuh cinta pada ibunya sendiri, R.A. Ontrowulan. Polahnya ini mengakibatkan ia diusir ayahandanya. 

Pangeran Samudra lalu mengembara, dan akhirnya meninggal di Gunung Kemukus dalam keadaan merana. Ibunya yang kemudian menyusul, juga wafat di sana. Sebagai lambang cinta mereka, keduanya lalu dimakamkan dalam satu liang lahat. Tentu masih ada versi lain.

Gunung Kemukus terletak sekitar 30 km sebelah utara Kota Solo. Perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, yang menghabiskan waktu sekitar 30 hingga 45 menit, bisa juga dari Kota Sragen. 

Untuk sampai di lokasi, mesti melewatai sebuah dukuh yang masih kental dengan suasana pedesaan, namanya Dukuh Samudro, kemudian menyeberangi Waduk Kedung Ombo dengan menggunakan rakit. Sejak pembangunan waduk membuat Gunung Kemukus menjelma menjadi semacam "pulau", yang  harus menggunakan kendaraan air menuju ke lokasi.

Setelah menyeberang, pengunjung yang lewat gerbang depan akan melewati anak tangga 175 buah. Jika lewat jalan belakang, akan lewat Sendang Ontrowulan, dan melalui jalan bebatuan mendaki sejauh 1 km, melewati jalan setapak dengan suasana asri hutan yang tetap lestrasi, ditemani pohon-pohon besar yang berdiri tegak di sekitarnya.

Gunung Kemukus memiliki puncak dengan ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Lingkungan yang asri nan alami mengelilingi kondisi puncak Kemukus, sebuah tempat yang cukup nyaman untuk para pengunjung yang hendak berziarah.

Pada akhirnya, Gunung Kemukus terkenal bukan hanya sebagai tempat bagi para peziarah yang ingin "ngalap berkah", namun juga "surga" bagi para petualang cinta dalam mencari kepuasan badani lewa berhubungan biologis.  

Mitos yang beredar bahwa jika ingin permohonannya terkabul, peziarah harus melakukan ritual laku hubungan intim  dengan bukan pasangan suami istri. Itu pula yang membuat para penjaja tubuh ramai-ramai datang ke sana. Lalu, tempat itu pun menjadi tempat prostitusi yang subur dan menggiurkan. 

Padahal, menurut juru kunci Gunung Kumukus, Harto,  mitos demikian itu tidak jelas asal-usulnya dan tidak bisa dipercaya kebenarannya. Menurut Harto, tidak ada syarat khusus seperti itu saat berziarah ke lokasi itu. Yang penting, menurutnya adalah berdoa dan memohon dengan sungguh-sungguh agar permohonannya terkabul.

 

 

Editor : Thomas Koten
Sumber : Dari berbagai sumber