• News

  • Singkap Budaya

Makna Tata Rias dan Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan adat Jawa
mahligai-indonesia
Pernikahan adat Jawa

SOLO, NETRALNEWS.COM - Pesta pernikahan adat Jawa mempunyai aneka ragam tradisi. Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), terdiri dari tanaman dan daun.

* Dua pohon pisang dengan setandan pisang masak berarti: Suami akan menjadi pemimpin yang baik di keluarga. Pohon pisang sangat mudah tumbuh di mana saja. Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia di mana saja.

* Sepasang Tebu Wulung berarti: Seluruh keluarga datang bersama untuk bantuan nikah.

* Cengkir Gading berarti: Pasangan pengantin cinta satu sama lain dan akan merawat keluarga mereka.

* Bentuk daun seperti beringin, mojo-koro, alang-alang, dadap srep berarti: Pasangan pengantin akan hidup aman dan melindungi keluarga.

Bekletepe di atas pintu gerbang berarti menjauhkan dari gangguan roh jahat dan menunjukkan di rumah mana pesta itu diadakan.

Kembar Mayang adalah karangan dari bermacam daun (sebagian besar daun kelapa di dalam batang pohon pisang). Itu dekorasi sangat indah dan menpunyai arti yang luas.

* Itu menpunyai bentuk seperti gunung: Gunung itu tinggi dan besar, berarti laki-laki harus punya banyak pengetahuan, pengalaman dan kesabaran.

* Keris: Melukiskan bahwa pasangan pengantin berhati-hati dalam kehidupan, pintar dan bijaksana.

* Cemeti: Pasangan pengantin akan selalu hidup optimis dengan hasrat untuk kehidupan yang baik.

* Payung: Pasangan pengantin harus melindungi keluarganya.

* Belalang: Pasangan pengantin akan giat, cepat berpikir dalam mengambil keputusan untuk keluarganya.

* Burung: Pasangan pengantin mempunyai motivasi hidup yang tinggi.

* Daun Beringin: Pasangan pengantin akan selalu melindungi keluarganya dan masyarakat sekitarnya.

* Daun Kruton: Daun yang melindungi mereka dari gangguan setan.

* Daun Dadap srep: Daun yang dapat digunakan mengompres untuk menurunkan demam, berarti pasangan pengantin akan selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam menghadapi masalah.

* Daun Dlingo Benglé: Jamu untuk infeksi dan penyakit lainnya, itu digunakan untuk melindungi gangguan setan.

* Bunga Patra Manggala: Itu digunakan untuk memperindah pekarangan.

Sebelum memasang Tarub dan Bekletepe harus membuat sepesial Sajen.

Siraman sajen terdiri dari:

* Tumpeng Robyong, nasi kuning dengan hiasan.

* Tumpeng Gundul, nasi kuning tanpa hiasan.

* Makanan: ayam, daging, tahu, telur.

* Tujuh macam bubur.

* Pisang raja dan buah lainnya.

* Kelapa muda.

* Kue manis, lemper, cendol.

* Teh dan kopi pahit.

* Rokok dan kretek.

* Lantera.

* Bunga Telon (kenanga, melati, magnolia) dengan air Suci.

Apa saja yang harus dipersiapkan:

* Baskom untuk air, biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. Air dari sumur atau mata air.

* Bunga Setaman – mawar, melati, magnolia dan kenanga – di campur dengan air.

* Aroma – lima warna – berfungsi seperti sabun.

* Tradisionil shampoo dan conditioner (abu dari merang, santan, air asam Jawa).

* gayung dari 2 kelapa, letakkan bersama.

* Kursi kecil, ditutup dengan:

* Tikar – kain putih – beberapa macam daun – dlingo benglé (tanaman untuk obat-obatan) – bango tulak (kain dengan 4 macam motif) – lurik (motif garis dengan potongan Yuyu Sekandang dan Pula Watu).

* Memakai kain putih selama Siraman.

* Kain batik dari Grompol dan potongan Nagasari.

* Handuk.

* Kendi.

 

Editor : Thomas Koten
Sumber : Disarikan dari Riaskuntik.wordpress

Apa Reaksi Anda?