• News

  • Singkap Budaya

Sosok Dayak Seperti Inilah yang Membuat Belanda Takut

Pasukan Hantu dari Suku Dayak
Kuririnfo
Pasukan Hantu dari Suku Dayak

Damek sendiri merupakan racun yang diambil dari getah pohon Iren atau pohon Ipuh. Racun ini sangat ampuh untuk melumpuhkan korban yang terkena. Hanya dibutuhkan waktu kurang dari lima menit korban yang terkena anak sumpit pada daerah yang vital akan mengalami kejang-kejang hingga tersungkur dan tewas. Beberapa detik kemudian air seni dan kotoran dari korban akan keluar dari tubuh korban dan nyawanya tidak akan dapat diselamatkan lagi.

Namun, jika anak sumpit tersebut tidak mengenai daerah vital dari korban, anak sumpit tersebut hanya perlu dikeluarkan dari tubuh korba yang terkena dan  tak lama kemudian dapat berperang kembali.

Sebenarnya, Damek tidak hanya digunakan untuk berperang melawan musuh, senjata ini juga sering digunakan untuk berburu hewan. Teknis yang dilakukanpun, sama dengan ketika membidikkan anak sumpit ke korban manusia. Namun, anak sumpit harus mengenai daerah vital dari hewan buruan yang diincar.

Dampaknya pun sama dengan ketika anak sumpit ini mengenai korban manusia, hanya saja hewan buruan yang lebih kecil akan lebih cepat efek reaksinya. Uniknya, hewan yang terkena racun dari Damek ini masih dapat dikonsumsi dengan aman. Tapi biasanya daerah yang terkena anak sumpit tersebut akan dibuang karena rasanya menjadi pahit.

Senjata sumpit yang digunakan oleh Pasukan Hantu dalam rangka mempertahankan Bumi Kalimantan dari Kolonial, merupakan senjata yang sangat ditakuti oleh Belanda. Walaupun tentara Belanda sudah menggunakan senjata modern, tetap saja sumpit menjadi senjata yang mengerikan karena bergerak tanpa suara. Berbeda dengan senjata modern yang gunakan oleh Belanda pada saat itu, yang selalu mengeluarkan suara keras saat menembakan amunisi.

Ketika seseorang terkena senjata yang dibawa Belanda, masih memiliki peluang untuk hidup. Peluru dari senjata tersebut tidak beracun dan hanya cukup dikeluarkan dari tubuh korban. Dengan mendapatkan perawatan, korban dapat kembali beraktivitas seperti biasanya dalam waktu beberapa hari.

Bagi masyarkat Dayak, sumpit juga merupakan sebuah senjata yang sangat berharga nilainya. Dalam sebuah senjata sumpit, terdapat empat nilai luhur, yaitu perjuangan dalam bertahan hidup atau survival struggling, pemahaman terhadap kehidupan atau understanding for natural life, keterampilan atau skill, dan sakral atau sacred values.

Reporter : Thomas Koten
Editor : Y.C Kurniantoro
Sumber : Dari berbagai sumber