• News

  • Singkap Budaya

Pesona Kecantikan Gadis Dayak yang Diselimuti Mistik

Gadis Dayak
inovasee
Gadis Dayak

 

Di mana-mana, di semua suku, orang kalau diusik pasti melawan. Itu bukan semata-mata penyerangan melainkan pembelaan diri yang wajar dilakukan setiap orang. Bahkan KUHP pasal 49 saja menyebutkan bahwa noodweer alias pembelaan darurat itu tidak bisa dipidanakan walau melakukan hal yang termasuk tindak pidana. Tentu saja dengan memenuhi syarat dan ketentuan berlaku.

Malahan di banyak suku di Nusantara yang gampang terusik oleh hal-hal yang sepele. Sedangkan di suku Dayak, tidak demikian. Bagi suku Dayak, kalau benar-benar sudah tidak tahan lagi karena harga dirinya terasa diinjak-injak, barula mereka melakukan serangan balik. 

Misalnya mitos tentang adanya panglima Burung. Meskipun kejam dan beringas dalam keadaan marah, Panglima Burung sebagaimana halnya orang Dayak tetap berpegang teguh pada norma dan aturan yang mereka yakini. Kekerasan dalam masyarakat Dayak ditempatkan sebagai opsi terakhir, saat kesabaran sudah habis dan jalan damai tak bisa lagi ditempuh.

Falsafah tentang pertahanan diri suku Dayak dilakukan tanpa ada keinginan untuk show of force sama sekali. Mereka tak mau membawa senjata di tempat yang salah. Mandau hanya dibawa saat ke hutan dan tidak akan dicabut dari sarungnya bila tidak dibutuhkan. Ini sama dengan kebiasaan orang-orang dari suku lainnya. 

Aku juga sempat bertanya tentang mitos gadis Dayak yang bisa bikin linglung laki-laki yang menggodanya. Banyak yang mengatakan tidak bisa pulang ke kampung asal, memang ada benarnya. Bagaimana mungkin laki-laki bisa betah di kampung halamannya bila hatinya sudah tertambat pada gadis-gadis di Kalimantan. 

Lalu tentang kemaluan yang hilang itu bisa saja terjadi di suku lain dengan istilah santet. Secara logika, orang tua siapa yang tidak sakit hati bila anak gadisnya dijahatin orang. Masalah dia menggunakan jalan kasar atau halus untuk balas dendam, itu kembali ke diri masing-masing orang. Itu terjadi di semua suku, bukan hanya milik suku Dayak saja.

Yang jelas gadis-gadis Dayak itu cantik-cantik dan penuh pesona, apalagi gadis-gadis Dayak di pedalaman Borneo atau Kalimantan. Kecantikan mereka sangat alami, dengan ramuan tradisional seperti beras, dan lain-lain. Apakah kecantikan gadis-gadis Dayak itu karena diselimuti aura mistik? Anda bisa menjawabnya?

Jika ingin melakukan pendekatan alias pacaran untuk dijadikan istri, harus sopan dan ramah. Jika Anda sopan, pasti gadis-gadis Dayak membalasnya dengan sangat sopan, dan gadis-gadis Dayak pasti ngebet juga terhadap Anda yang serius meminangnya dengan jalan secara adat dan tatakrama ketimuran. 

Sumber:  Dari berbagai sumber

 

Editor : Thomas Koten