• News

  • Singkap Budaya

Ini Empat Permata yang Paling Berharga bagi Suku Dayak

Ilustrasi orang Dayak
Tanahnusantara
Ilustrasi orang Dayak

JAKARTA, NNC - Alam yang indah, kepercayaan terhadap leluhur yang begitu tinggi, alat-alat perang seperti mandau dan sumpit yang memiliki nilai mistik yang tinggi, dan lain-lain, adalah keistimewaan yang dimiliki Suku Dayak.

Selain keindahan alam dan segala sesuatu yang dimiliki Suku Dayak, seperti yang disebutkan di atas, namun satu keistimewaan lain yang dimiliki suku Dayak adalah kecantikan para gadis Dayak. Semua itulah yang disebut permatanya suku Dayak yang sangat berharga.
 
Lalu, apa saja keunikan dan eksotisme serta keistimewaan-keistimewaan yang menjadi permata Suku Dayak?

1. Eksotisme totem buatan Suku Dayak yang luar biasa
Totem biasanya berbentuk hewan atau figur alam yang secara spiritual mewakili sebuah kelompok dari orang-orang yang berhubungan seperti suku.

Totemisme memainkan peranan penting dalam perkembangan teori keagamaan abad ke-19 dan awal abad ke-20, terutama untuk pemikir seperti Émile Durkheim, yang memusatkan studinya ke kebudayaan primitif, seperti Suku Indian dan Aborigin.

Karena itu, bukan berarti kita harus jauh-jauh ke Amerika untuk melihat totem Suku Indian atau ke Australia untuk melihat totem Suku Aborigin. Ternyata suku Dayak juga memiliki kerajinan atau karya totem sendiri.

Bentuk-bentuk totem yang ada di Suku Dayak ternyata beraneka ragam. Semua begitu otentik dan menarik sehingga membuat mereka yang melihat terkagum-kagum tentang kehebatan Suku Dayak dalam membuat totem.

2. Mandau bukan hanya senjata, tetapi juga pusaka yang menunjukkan harga diri 
Sebenarnya ada dua alat tradisional Suku Dayak yang bernilai tinggi, yakni mandau dan sumpit. Khususnya mandau, jika dilihat sepintas, seperti sebuah alat senjata biasa, terutama dari bentuknya.

Tetapi, sebenarnya ada nilai-nilai tertentu di balik mandau yang tidak bisa dilihat secara kasat mata, ada semacam aura mistis yang sangat tinggi di dalamnya.

Nilai yang ada di balik mandau itu tidak lain merupakan simbol keberanian dan kebangsawanan Suku Dayak. Karena itu, mandau dirawat dengan sepenuh hati dan tidak digunakan sembarangan.
 
Mandau hanya bisa digunakan ketika kondisi terdesak yang mengharuskan pemiliknya untuk membela diri, seperti dalam berperang. Karena risiko dari penggunaannya itu sungguh mengerikan, di mana nyawa sudah jadi taruhannya.

Sehingga, mandau tidak lain adalah sebuah “permata” yang sangat berharga yang dimiliki Suku Dayak. Mandau begitu identik dengan eksistensi Suku Dayak. Nilai magisnya, seni alat perang dan kehebatan berperang suku Dayak, dapat tercermin dari sosok mandau itu.

Jadi, mandau ibarat sebuah permata yang tersembunyi dan bernilai tinggi bagi Suku Dayak, meremehkan atau melecehkan mandau sama saja dengan melecehkan Suku Dayak. Mandau adalah kehormatan dan harga diri.

3. Leluhur adalah wakil Tuhan di bumi
Suku Dayak sangat menghormati leluhur mereka. Leluhur tidak lebih sebagai wakil Tuhan di bumi. Dengan posisi tersebut, maka orang Dayak sangat menghormati para leluhurnya. Segala ajaran leluhur mutlak diikuti dan menjadi pedoman serta penuntun kehidupan mereka.

Sehingga,  makam orang yang telah meninggal pun selalu dihiasi dengan ukiran dan desain yang cantik. Ketika meninggal, orang Dayak tidak dimakamkan ke dalam tanah. Mereka punya desain kuburan berupa peti yang disangga tiang.

4. Gadis Dayak adalah permata yang sangat berharga bagi Suku Dayak
Permata yang berkilau dan yang paling mahal harganya, tidak lain adalah para gadis Dayak. Orang pun mengatakan, kiasan permata yang paling berkilau dan paling bernilai adalah gadis Dayak.

Memang, gadis Dayak terkenal dengan kecantikannya. Bagi Suku Dayak, para gadis Dayak bukanlah hanya calon istri yang mengerjakan pekerjaan rumah. Lebih dari itu, gadis Dayak adalah kebanggaan Suku Dayak, laksana permata berharga yang harus dijaga sebaik-baiknya.

Kecantikan gadis Dayak menjadi identifikasi dari kecantikan, keunikan, keistimewaan, dan keanggunan Suku Dayak. Jadi, jangan pernah main-main dengan gadis Dayak, apalagi hingga menodai dan melukainya, Anda akan langsung kena akibatnya.

Cerita bahwa pria yang menodai gadis Dayak atau wanita Dayak akan kehilangan alat vitalnya, sesungguhnya bukan berita bohong, tetapi benar-benar terjadi.

Penulis : Thomas Koten
Editor : Y.C Kurniantoro
Sumber : Dari berbagai sumber