• News

  • Singkap Budaya

Inilah Suku-Suku yang Benar-Benar Memuliakan Kaum Ibu

Suku Enggano di Pulau Enggano
garudazitizen
Suku Enggano di Pulau Enggano

JAKARTA, NNC - Matrilineal  adalah sistem adat perkawinan yang mengatur alur garis keturunan berdasar garis di pihak ibu. Matrilinel berbeda dengan patrilineal yang berdasarkan pada garis ayah.

Sistem matrilineal yang paling dikenal masyarakat adalah sistem yang dianut suku Minangkabau. Saking terkenalnya, sistem matrilineal yang dianut suku besar di Sumatera Barat ini dianggap paling istimewa.

Namun, kalau seseorang diminta menyebutkan suku lain di Indonesia yang sama-sama menganut matrilinel, kebanyakan akan terbata-bata menyebutkannya.  Mengapa? Karena suku-suku lain yang juga menganut sistem matrilineal, belum banyak dikenal.

Padahal, di Indonesia ada empat suku lain yang sama-sama menganut sistem matrilineal. Sehingga secara keseluruhan ada lima suku di Indonesia yang menganut sistem perkawinan matrilineal.

1. Suku Minangkabau

Suku Minangkabau atau yang sering disebut Minang merupakan entitas kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan bahasa dengan adat yang menganut sistem kekerabatan matrilineal dan identitas berlandaskan ajaran agama Islam.

Dalam sistem matrilineal yang mereka anut, pihak ayah adalah “tamu" dalam sebuah keluarga. Dalam sistem Minang, yang bertugas memberikan pengajaran kepada anak bukanlah ayah, melainkan paman atau yang dikenal dalam Minang dengan sebutan "mamak".

Secara geografis, Minangkabau meliputi daratan Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian Utara Bengkulu, bagian Barat Jambi, pantai Barat Sumatera Utara, Barat Daya Aceh, dan Negeri Sembilan di Malaysia.

2. Suku Enggano

Suku Enggano menetapkan perempuan sebagai pewaris suku. Jadi, suku Enggano juga menganut garis keturunan matrilineal. Nama marga suku diwariskan berdasarkan marga ibu.

Ada sejarah yang membuat suku Enggano memiliki sistem perkawinan matrilineal. Ada sumber yang mengatakan bahwa lahirnya sistem perkawinan matrilineal pada suku Enggano karena seringnya terjadi peperangan antarsuku dan kegiatan dari para lelaki suku ini.

Suku Enggano adalah penghuni asli Pulau Enggano dan empat pulau di sekitarnya yang merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia, di sebelah barat Pulau Sumatera. Lebih tepatnya berada di provinsi Bengkulu.

3. Suku Petalangan

Suku berikut yang memiliki sistem perkawinan matrilineal adalah suku Petalangan dengan sejumlah sub-suku, antara lain Sengerih, Lubuk, Pelabi, Medang, Piliang, Melayu, Penyambungan dan Pitopang.

Sebenarnya, suku Petalangan ini memiliki keterkaitan atau masih berada dalam rumpun suku Minang. Berdasarkan kekerabatan matrilineal yang mereka anut, mereka melarang perkawinan dengan suku yang sama.

Suku Petalangan kebanyakan berada di Provinsi Riau. Desa-desa pemukiman orang Petalangan terletak sekitar 60-95 kilometer dari kota Pekanbaru.

4. Suku Aneuk Jamee

Suku Aneuk Jamee merupakan perantau Minangkabau yang bermigrasi ke Aceh dan telah berakulturasi dengan Suku Aceh.

Secara etimologi, nama "Aneuk Jamee" berasal dari Bahasa Aceh yang secara harfiah berarti “anak tamu”. Dalam percakapan sehari-hari, kelompok masyarakat ini menggunakan Bahasa Jamee.

Suku Aneuk Jamee adalah sebuah suku di Indonesia yang tersebar di sepanjang pesisir Barat Aceh mulai dari Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, dan Simeulue.

5. Suku Sakai

Suku terakhir yang menganut sistem perkawinan secara matrilineal adalah suku Sakai. Suku ini juga merupakan orang-orang perantauan dari suku Minang yang kemudian menjadi suku terasing di Riau.

Berdasarkan sistem kekerabatan matrilineal yang dianut suku Sakai, anak perempuan penerus keturunan ibunya, sedangkan anak laki-laki hanya seolah-olah pemberi bibit keturunan kepada isteri.

Dalam budaya Sakai hak perempuan Sakai besar, semua harta milik baik yang bergerak maupun tidak bergerak adalah milik perempuan.

Banyak versi mengatakan bahwa asal-usul suku Sakai berasal dari percampuran antara ras Wedoid dengan Proto Melayu, yang kemudian menjadi suku terasing di kepulauan Riau.

Itulah lima suku di Indonesia yang menganut sistem perkawinan matrilineal. Namun, sebenarnya kelima suku tersebut memiliki garis keturunan yang sama, yaitu suku Minangkabau, yang kemudian bermigrasi ke daerah lain dan membentuk suku baru.

 

Penulis : Thomas Koten
Editor : Taat Ujianto
Sumber : Dari berbagai sumber