• News

  • Singkap Budaya

Inilah Teka-Teki Suku Asli Palembang yang Belum Terpecahkan

Gadis-gadis Suku Palembang sedang mengenakan pakaian adat mereka
hipwee.com
Gadis-gadis Suku Palembang sedang mengenakan pakaian adat mereka

PALEMBANG, NNC - Palembang kerap diidentifikasi dengan sebuah kota sekaligus sebuah suku. Sebagai sebuah kota, Kota Palembang merupakan sebuah kota provinsi di Sumatera Selatan. Selain itu, Kota Pelembang juga merupakan salah satu kota tertua di negeri ini, yang dibangun sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.

Sebagai sebuah suku, orang-orang suku Palembang dalam kesehariannya berbicara dalam bahasa Palembang. Bahasa mereka tergolong dalam kategori bahasa Melayu, atau biasa disebut bahasa Melayu Palembang.

Bahasa Palembang ini mirip dengan Bahasa Melayu Riau dan Bahasa Melayu Malaysia. Hanya saja memakai dialek “o”. Di dalam Bahasa Melayu Palembang terdapat dua jenis dialek, yaitu baso Palembang Alus dan baso Palembang Sari-Sari.

Sejak dahulu, Palembang menjadi melting-pot (peleburan) berbagai suku atau etnis dari mancanegara maupun dari dalam negeri. Etnis-etnis tersebut adalah Tionghoa (China), India, Arab (Timur Tengah), Hindustan (India dan Pakistan), Jawa, Sunda, Padang, Bugis, Batak, dan Melayu.

Selain suku-suku yang datang dari berbagai belahan dunia dan dari daerah-daerah di Nusantara itu, ada juga suku-suku yang diakui sebagai suku asli Palembang, yakni: suku Palembang, Ogan, Komering, Semendo, Pasemah, Gumay, Lintang, Musirawas, Meranjat, Kayuagung, Ranau, Kisam, Panesak, dan sebagainya.

Dalam kehidupan Suku Palembang ada dua kelompok yang membedakan strata sosial mereka, yaitu: kelompok Wong Jero (orang dalam) dan Wong Jabo (orang luar).

Wong Jero adalah keturunan bangsawan atau hartawan dan statusnya berada setingkat di bawah orang-orang istana dari Kerajaan Palembang atau Kerajaan Sriwijawa pada masa lalu. Sedangkan Wong Jabo adalah rakyat biasa.

Mengenai suku asli Palembang ini, masih belum ada literatur valid yang bisa menegaskan asal-usul mereka yang sebenarnya. Artinya, mengenai suku asli Palembang ini, masih menjadi rahasia yang belum terpecahkan.

Kenapa? Karena hingga kini masih ada dua pendapat yang menegaskan perihal keberadaan suku asli Palembang tersebut.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pada awalnya suku Palembang merupakan hasil  asimilasi dari beberapa suku bangsa Arab, Cina, dan Melayu, yang bermigrasi ke wilayah Palembang ini pada berabad-abad yang lalu.

Bahwa dari hasil perkawinan atau asimilasi sejumlah suku bangsa akibat hidup berdampingan sekian lama, sehingga terjadi perkawinan-campur selama berabad-abad. Mereka itulah yang kemudian membentuk suku asli Palembang seperti yang ada sekarang ini.

Bahwa adat istiadat dan budaya yang ada di Palembang juga merupakan hasil dari adat istiadat bentukan berbagai suku bangsa yang hidup berdampingan dan menjalani proses asimilasi.

Tetapi, beberapa pihak dari masyarakat Palembang lainnya justru menolak pendapat tersebut dan mengatakan bahwa suku asli Palembang adalah suatu komunitas adat tersendiri. Mereka adalah penghuni pertama wilayah Palembang, jauh sebelum kehadiran bangsa Arab, Cina, dan Melayu.

Suku asli Palembang kemudian berasimilasi dengan berbagai suku pendatang. Proses tersebut kemudian membentuk adat istiadat dan budaya Palembang, seperti yang terlihat sekarang.

Salah satu bukti pendapat kedua dapat dilihat dari keberadaan rumah adat Palembang yaitu Rumah Limas yang berbentuk panggung. Rumah ini diyakini merupakan hasil perpaduan antara rumah adat suku asli Palembang yang kemudian mendapat pengaruh atau unsur budaya dari suku-suku pendatang.

Jadi, siapakah suku asli di Palembang? Untuk memecahkan teka-teki tersebut, masih diperlukan penelitian sejarah, arkeologi, anthropologi, dan penelitian penunjang lainnya. Penelitian tersebut menjadi sangat penting bila kita ingin memastikan jawaban atas pertanyaan itu.

Penulis : Thomas Koten
Editor : Taat Ujianto
Sumber : Dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?