• News

  • Singkap Budaya

Suku Ini Terusir dari Perbatasan Malaysia dan Percaya Roh Halus di Gunung Lumut

Ritual mengantarkan roh ke Gunung Lumut
antaranews
Ritual mengantarkan roh ke Gunung Lumut

SAMARINDA, NETRALNEWS.COM - Anda sudah mengenal keberadaan suku Benuak di sekitar aliran Sungai Mahakam? Mayoritas suku yang juga biasa disebut Dayak Benuaq ini, menghuni sekitar daerah Kabupaten Kutai dan Berau, Kalimantan Timur. 

Sehari-hari, mereka menggunakan bahasa Barito. Dan menurut tradisi lisan, mereka berasal dari suatu daerah yang berbeda dengan wilayah yang mereka huni saat ini. 

Cerita lisan itu senada dengan apa yang ditulis Dr Zulyani Hidayah dalam kajiannya tentang Suku Bangsa di Indonesia (2015: 77-78). Suku Benuak ternyata merupakan suku pendatang. 

Sebelumnya, mereka  pernah tinggal di daerah Sarawak atau kini menjadi wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Mereka tersingkir dari daerah tersebut karena kalah bersaing dengan suku Iban. Mereka bergerak ke arah Kalimantan Timur dan kemudian membangun permukiman baru serta berdiam di daerah yang bernama Benuaq

Oleh sebab itu, mereka disebut sebagai suku Banuaq atau suku Dayak yang menghuni wilayah Benuaq. Dari sini, mereka menyebar ke wilayah sekitar seiring bertambahnya keturunan mereka.

Sejak awal, mata pencaharian mereka adalah berladang dengan sistem tebang bakar. Jenis tanaman pokok yang dibudidayakan adalah padi. Selain bercocok tanam, mereka mengandalkan hasil berburu, membuat kerajinan, dan menenun.

Kain tenun buatan suku Benuak adalah kain panjang yang diolah dari bahan daun doyo (Curculigo latifliolin). Kain ini merupakan satu produk yang menjadi identitas mereka.

Keunikan lain yang mereka miliki adalah tentang bagaimana menjaga dan memelihara kecantikan. Suku Benuak terkenal sebagai masyarakat yang membudidayakan dan mengolah akar-akaran, dedaunan, kulit kayu, sebagai bahan ramuan kosmetika hingga kini.

Untuk menjaga agar rambut tetap hitam, mereka mencuci rambut dengan akar pohon brem puyut yang dinamakan akar langir wakai.  Untuk tujuan yang sama, dapat juga menggunakan minyak kelapa dicampur dengan kemiri yang telah dibakar. 

Untuk menghindari jerawat, mereka membersihkan muka dengan daun bekangin, yaitu sejenis daun yang bisa menghasilkan busa layaknya sabun mandi. Jerawat juga bisa dibersihkan dengan daun selekap dan daun pisang yang ditumbuk. 

Semua tradisi dan pengetahuan tentang pembuatan kosmetika tersebut diwariskan turun-temurun kepada setiap generasi muda, khususnya kaum perempuan. Sehingga, kaum perempuan dari suku ini terbiasa merawat tubuh dan terbiasa mengonsumsi jamu.

Pakaian adat suku Dayak Benuaq

 

Suku Benuak juga memiliki sistem kepercayaan asli yang diwariskan dari leluhur mereka. Mereka sangat menghormati roh para leluhur. Ada ritual-ritual khusus untuk penghormatan tersebut. 

Upacara kematian yang rutin mereka selenggarakan biasanya disebut tiwah. Saat upacara berlangsung, akan ada pemotongan hewan kurban. Biasanya hewan kurban yang dipotong adalah kerbau. 

Dan melalui upacara-upacara adat yang mereka lakukan, roh-roh leluhur akan tenang dan berkumpul di suatu tempat khsusus. Roh leluhur yang sudah diberikan upacara kematian secara lengkap diyakini akan berkumpul di Gunung Lumut

Gunung lumut berada di perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Gunung ini menjadi tempat kramat bagi suku Benuak karena menjadi daerah yang dihuni para roh orang-orang Benuak yang sudah meninggal. 

Keyakinan dan penghormatan arwah leluhur di Gunung Lumut, ternyata tidak hanya dilakukan oleh orang Benuak. Kelompok subsuku Dayak lainnya yang berada di Kalimantan pun juga memiliki sistem kepercayaan yang mirip.

Saat mendekati tahun baru, Suku Dayak yang menganut agama Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, juga sering menggelar ritual tolak bala bagi roh-roh yang menghuni Gunung Lumut

Ritual tolak bala menjadi penanda atau pembatas antara kehidupan manusia dengan kehidupan roh-roh di alam gaib. Dan di antara roh-roh itu ada yang memiliki kecenderungan jahat dan mengganggu kehidupan manusia di alam nyata.

Dengan upacara tolak bala tersebut, roh-roh jahat diharapkan tidak mengganggu dan segan terhadap manusia. Dengan kata lain, ritual itu adalah  ritual permohonan keselamatan. 

Ritual tolak bala sudah dikenal masyarakat sekitar Kabupaten Barito. Acara selalu dihadiri warga dan para pejabat pemerintahan daerah setempat. Sehingga, tradisi ini bisa menjadi potensi sebagai objek religi dari daerah Kalimantan Tengah. 

Ritual itu sebenarnya sangat penting dan bukan hanya sekadar sebagai ibadat bagi penganut agamat Hindu Kaharingan. Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ritual itu juga memiliki pesan kearifan lokal.

Gunung Lumut merupakan kawasan hutan lindung. Hutan itu sangat penting peranannya sebagai paru-paru dunia. Kesadaran akan pentingnya hutan di Gunung Lumut adalah bahasa lain dari kepercayaan sebagai tempat tinggal makhluk halus atau roh orang yang sudah mati. 

Editor : Taat Ujianto