• News

  • Singkap Budaya

Dari Masjid hingga Berburu Macan, Ini Penampakan Memukau Suku Islami di Sumatera

Masjid tempo dulu di Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
Netralnews/Dok.Het Nationaal Archief
Masjid tempo dulu di Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

PADANG, NETRALNEWS.COM - Suku yang unik dan sangat Islami ini biasa disebut suku Minangkabau atau orang Padang. Mereka juga terkenal sebagai suku perantau yang biasanya berprofesi menjadi pedagang dan pengusaha rumah makan.

Unik karena suku ini memiliki tradisi yang timbul akibat dari berlakunya sistem matrilineal. Sistem keturunan berdasarkan garis ibu itu masih tetap berlaku hingga kini.

Hal menarik lainnya tercermin dalam berbagai petuah yang mereka anut, misalnya “Karatau tumbuah di hulu, babuah babungo alun. Marantau bujang dahulu, di rumah baguno alun”.

Artinya, “anak laki-laki yang masih lajang tidak mempunyai posisi dalam adat. Oleh sebab itu, ia tidak boleh diberi wewenang untuk mengambil keputusan keluarga.”

Tentu saja ada maksudnya di balik petuah yang mempertegas sistem matrilineal itu. Anak yang masih lajang dipastikan masih memiliki pengalaman yang terbatas. Ia harus mencari pengalaman sebanyak-banyaknya terlebih dahulu dengan menjadi perantau.

Semakin jauh dan semakin banyak daerah rantau yang dituju, akan membuatnya memiliki segudang pengalaman. Dengan pengalaman itu, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang matang dan tahan banting.

Selama merantau, ada juga petuah lain yang wajib dijalankan. Petuah itu mengatakan bahwa di manapun juga, orang Padang tidak boleh melupakan sembahyang atau Salat.

Suku ini memang memiliki sistem pendidikan yang sangat ketat dalam menanamkan ajaran Islam sejak dini seperti tersirat dalam hukum adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah. Maka tak mengherankan jika orang Padang di manapun juga terkenal sangat Islami.

Sifat lainnya tercermin dari petuah dima bumi dipijak, di situ langik dijunjuang. Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung adalah petuah yang dipegang teguh sehingga orang Padang bisa mudah diterima oleh berbagai suku lain di Nusantara.

Dalam sistem keyakinan orang Padang, merantau juga dijadikan sebagai cara untuk bisa bangkit dan meningkatkan perekonomian keluarga sehingga terus semakin menanjak. Di tanah rantau, mereka juga harus belajar dari orang Padang yang telah sukses.

Itu sebabnya mereka juga sangat menjaga sistem kekerabatan dan tali silaturahmi. Dengan cara itu, ikatan persaudaraan mereka tetap terjaga sepanjang masa.

Terlepas dari keunikan dan kekhasan suku Minangkabau, ada sejumlah foto lawas yang berhasil dihimpun oleh Netralnews.com yang sangat memukau dan menggambarkan kondisi mereka di Padang, Sumatera Barat.

Foto-foto ini adalah koleksi Spaarnestad Photo, Het Nationaal Archief, KITLV, Tropenmuseum, dan sebagainya. Mari kita nikmati penampakan memukau suku yang sangat Islami di Nusantara tersebut.

Foto 1: Anak-anak dan kaum perempuan Minangkabau di rumah gadang, pada akhir abad ke-19

Foto 2: Surau di Padang pada awal abad ke-20

Foto 3: Rumah gadang di Padang Panjang awal abad ke-20

Foto 4: Lumbung Padi di Padang pada awal abad ke-20

Foto 5: Pemandangan sawah di  Minangkabau sekitar tahun 1950

Foto 6: Warga Minangkabau memeras tebu

Foto 7: Orang Belanda (Franz Otto Koch) di  pedalaman Minangkabau awal abad ke-20

Foto 8: Warga Minangkabau berburu harimau Sumatera

Foto 9: Beberapa kegiatan warga Minangkabau di awal abad ke-20

Foto 10: Memandu kera memetik kelapa

Foto 11: Masjid di Minangkabau pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20

Foto 12: Gadis Minangkabau tempo dulu

Foto 13: Satu keluarga Minangkabau di akhir abad ke-19 (penjelajahan Odoardo Beccari)

Editor : Taat Ujianto
Sumber : dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?