• News

  • Singkap Budaya

Ketika Etnis Jawa Berpelukan Erat dengan Bugis dan Toraja di Sulawesi

Budaya Jawa tetap lestari di Tana Luwu sejak zaman kolonial
foto: youtube
Budaya Jawa tetap lestari di Tana Luwu sejak zaman kolonial

LUWU TIMUR, NETRALNEWS.COM - Warga Desa Lera di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang mayoritas berasal dari Jawa, tetap melestarikan budaya mereka di tanah Sulawesi. Setiap tahunnya warga Desa Lera rutin menggelar pertunjukan wayang kulit.

"Saya bangga masyarakat Desa Lera yang kebanyakan etnis Jawa masih menjaga tradisi kesenian leluhur. Saya pernah enam tahun di Jawa. Kesenian seperti ini sangat sering saya saksikan waktu jaman kuliah dulu," kata Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, Selasa (20/8/2019).

Dalam pertunjukan tersebut, warga desa juga meresmikan paguyuban seni tradisional yang disebut Eko Budoyo. Menurut HM Thorig Husler, warga membutuhkan sanggar seni untuk mewadahi kegiatan pelestarian kesenian dan budaya dari daerah asal mereka.

Pemerintah daerah akan membantu mendatangkan seniman dari Jawa untuk mengajarkan seni kepada generasi muda di Desa Lera. "Supaya lebih semangat latihannya," katanya seperti dilansir Antara.

Budaya Jawa kini semakin dikenal masyarakat di daerah tersebut. Ini menjadi bukti bahwa etnis Jawa mampu berpelukan erat (berbaur dan menyatu) dengan etnis lain di Sulawesi, khususnya Bugis dan Toraja.

Sebagai salah satu bukti bagaimana ketiga suku bisa berbaur, tercermin dalam acara karnaval budaya Pesona Tana Luwu yang pernah digelar pada bulan Januari 2019 lalu.

Karnaval tersebut menampilkan sejumlah karya seni dan budaya yang digelar di depan istana kerajaan Luwu menuju Stadion Laga Ligo Palopo, Sulawesi Selatan.

Kala itu, karnaval digelar sebagai puncak perayaan hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-73 dan Hari Jadi ke-751 Luwu yang jatuh setiap 23 Januari.

Sejumlah kesenian tradisional khas Tana Luwu yang meliputi Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kota Palopo dan Kabupaten Tana Toraja ditampilkan sebagai bentuk mempererat silaturahmi antar daerah.

Pelaksanaan perayaan karnaval budaya Pesona Tana Luwu merupakan bentuk rasa syukur atas perjuangan warga Tana Luwu dalam merebut kemerdekaan dari penjajah.

Dalam ajang ini seluruh daerah yang mengikuti karnaval memperkenalkan adat budaya mereka seperti pakaian adat dan tari tarian khas daerah masing-masing, termasuk olahraga tradisional Sulawesi Selatan yakni egrang yang dikenal dengan istilah mallongga.

Kuda lumping, salah satu budaya masyarakat Jawa yang berkembang dan tetap lestari di Tana Luwu sejak zaman kolonial juga ditampilkan pada acara karnaval. Dengan acara tersebut, citra perpaduan budaya Jawa, Bugis, dan Toraja terasa begitu menyejukkan.

Editor : Taat Ujianto