• News

  • Singkap Budaya

Bikin Istri Ketagihan di Atas Ranjang, Ternyata Ini Resep Kuno Pria Jawa

Ilustrasi hubungan intim suami-istri
Netralnews/Istimewa
Ilustrasi hubungan intim suami-istri

BANJARNEGARA, NETRALNEWS.COM – Anda yang sedang melancong ke objek wisata alam di Jawa Tengah, jangan lupa mampir ke dataran tinggi Dieng. Di daerah perbatasan antara Wonosobo dan Banjarnegara ini, terdapat rahasia kuno yang patut disimak bagi pria yang sudah beristri.

Masyarakat setempat ternyata memiliki resep kuno warisan leluhur yang menjadi tradisi turun-temurun bagi kaum pria beristri. Bagi yang mengonsumsinya, konon akan membuat kaum istri ketagihan di atas ranjang. Resep itu bersumber dari salah satunya tanaman khas yang tumbuh di Dieng yakni purwaceng (Pimpinella pruatjan).

Bentuk tanamannya seperti seperti rumput tapi langka. Orang-orang sering menyebutnya sebagai “Viagra of Java” yang berkhasiat bisa menambah vitalitas dan daya seksual kaum pria. Warga mengolahnya menjadi minuman berkemas.

Keberadaan khasiat tanaman ini sudah diteliti  secara ilmiah. Kandungan yang ada di dalamnya adalah afrodisiak yang dapat merangsang daya seksual. Kini, purwaceng juga dibudidayakan di    Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Maka, bila Anda tiba di dataran dengan ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, jangan lewatkan kesempatan langka untuk menikmati ramuan purwaceng produk masyarakat setempat. Sambil meyaksikan pemandangan eksotik, minumlah resep kuno tersebut.

Minuman purwaceng biasanya dijajakan di warung-warung sekitar kawasan wisata setempat. Ada purwaceng murni, ada pula yang telah dicampur dengan kopi atau susu. Rasanya sangat menyegarkan.

Warga Dieng membudidayakan purwaceng layaknya menanam tanaman kentang. Budidaya tidak memerlukan lahan yang luas. Namun, tiap tahun hanya bisa panen sekali. Berbeda dengan kentang yang bisa panen tiga kali setahun.

Panen purwaceng dilakukan dengan memanfaatkan seluruh tanaman dari mulai dari akar, batang, hingga daun. Seluruh bagian itu kemudian diekstrak. Dalam setiap 1 kilogram, biasanya terdapat sekitar 30 tanaman.

Bobot tanaman sangat bergantung pada kesuburan dan media tanam. Harga penjualan saat panen pun berbeda antara yang basah dan kering. Harga masih basah berkisar antara antara Rp60 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram. Bila kering, harganya bisa sepuluh kali lipatnya.

Banyak warga Dieng membudidayakan purwaceng sebagai usaha sampingan mengingat rentang waktu panen yang cukup panjang. Purwaceng ditanam di antara sela-sela tanaman kentang.

Ada juga yang menanamnya dengan media pot di sekitar rumah. Tidak selalu untuk dijual, banyak pula yang menanam hanya untuk dikonsumsi sendiri agar stamina tubuh terjaga mengingat daerah Dieng bersuhu sangat dingin.

Mengenai riset ilmiah terkait kandungan dari tanaman purwaceng, sebetulnya pernah diungkap dalam Buletin Plasma Nutfah Vol.12 No.1 tahun 2006. Purwaceng memang terbukti mengandung senyawa yang dapat meningkatkan vitalitas.

Pada penelitian Sidik et al (1975) menyebutkan akar purwaceng mengandung bergapten, isobergapten dan sphondin yang semuanya masuk dalam kelompok furanokumarin.

Demikian juga penelitian Caropeboka dan Lubis (1975) melaporkan jika akar purwaceng mengandung senyawa kumarin, saponin, sterol, alkaloid serta beberapa macam senyawa oligosakarida.

Sementara Hernani dan Rostiana (2004) dalam risetnya menyebutkan adanya senyawa kimia yang teridentifikasi secara kualitatif yaitu bergapten, marmesin, hidroksi kumarin dan lainnya.


Salah satu penelitian Caropeboka (1980) menyebutkan dengan menyuntik tikus jantan yang telah dikebiri dengan ekstrak akar purwaceng ternyata terjadi peningkatan kelenjar prostat dan kelenjar seminalis. Fakta tersebut menunjukkan aktivitas androgenik dari ekstrak akar purwaceng.

Peneliti lainnya Taufiqqurachman (1999) melaporkan jika ekstrak akar purwaceng  sebanyak 50 mg mampu meningkatkan kadar luteinising hormone (LH) dan testosteron pada tikus Sprague Dawley.

Penelitian lanjutan pada tikus Sprague Dawley oleh Juniarto (2004) yang memberikan ekstrak akar purwaceng ternyata juga meningkatkan derajat spermartogenesis dalam testis, jumlah maupun motilitas spermatozoa.

Sementara ahli bidang farmakognisi dari Jurusan Farmasi Unsoed Purwokerto Eka Prasasti Nur Rachmani membenarkan kalau dari berbagai riset ilmiah mengenai pemberian akar purwaceng ke tikus, memang mengarah pada kandungan afrodisiak atau mengandung senyawa kimia yang dapat merangsang daya seksual.

Menurut Eka, purwaceng memiliki berbagai senyawa yang dapat meningkatkan gairah semata, namun juga mempunyai efek tonik yang bisa meningkatkan stamina.

“Sampai sekarang, ekstrak akar purwaceng memang telah terbukti mempunyai berbagai macam senyawa yang bisa meningkatkan gairah maupun stamina, tetapi belum tahu apa saja sebetulnya senyawa yang paling bertanggung jawab. Sebab, senyawa yang berada di akar purwaceng tersebut cukup banyak, namun sebenarnya senyawa spesifik yang mana, inilah yang masih menjadi pekerjaan rumah para peneliti,”ujarnya suatu ketika kepada awak media.

Maka, bagi Anda yang berwisata ke Dieng, selain menikmati keagungan alam, jangn lupa mencoba khasiat ramuan purwaceng. Tentu saja, minuman itu baik bagi kaum lelaki yang sudah beristri. Bagi yang belum, sebaiknya tidak meminumnya, ya. 

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber