• News

  • Singkap Budaya

Resep Jitu dari Papua, Sedikit Alot tapi Bikin Gairah Istri Kian Membara

Kuliner cacing laut yang bikin pria lebih perkasa bertekstur kenyal dan tidak alot
foto: upstation.id
Kuliner cacing laut yang bikin pria lebih perkasa bertekstur kenyal dan tidak alot

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Anda yang sedang melancong ke bagian Indonesia Timur, jangan lupa mampir ke wilayah sekitar Raja Ampat, Papua Barat. Di tempat ini, ada salah satu tradisi terkenal yakni mengonsumsi cacing laut yang bersifat afrodisiak.

Cacing yang dikonsumsi itu dipercaya berkhasiat manjur untuk obat kuat atau obat kejantanan bagi para pria yang sudah bersuami. Dengan memakannya, pria yang sudah menikah dijamin mampu puaskan istrinya saat berhubungan intim.

Selain itu, cacing yang dimaksud juga mengandung gizi yang baik dan layak digunakan sebagai lauk-pauk. Saat dikunyah, akan terasa gurih dan sedikit alot.

Bentuk olahannya bisa dengan dibalado, digoreng kering, bahkan ada pula yang diolah menjadi sate. Karena khasiat dan kelezatannya, jenis makanan ini, kini telah menjadi salah satu wisata kuliner terkenal di Raja Ampat.

Di Raja Ampat, masyarakat biasanya akan memburu insonem atau cacing laut itu dengan teknik khusus, yakni memakai kayu dan saat air laut sedang surut. Cacing yang diburu tersebut bisa mencapai panjang hingga setengah meter dan biasanya ditemukan di pasir putih sekitar Pulau Ayau.

Belum ada upaya budidaya. Artinya, masyarakat lebih sering melakukan perburuan dengan mengeruk pasir dengan menggunakan tangan, lalu memasukan batang kayu semacam lidi, maka cacing akan melilit batang.

Setelah itu batang kayu tinggal ditarik. Sebelum diolah, cacing kemudian dipotong kepala dan ekornya.

Jadi, jangan dibayangkan cacing laut tersebut bentuknya seperti cacing pada umumnya. Cacing laut ini jauh dari kesan kotor dan menjijikkan. Warnanya pun putih dengan panjang badan sekitar 30-50 cm.

Proses pengolahan selanjutnya, cacing harus dibersihkan dengan membelah bagian tubuh untuk mengeluarkan pasir yang ada di dalamnya, lalu dibilas hingga bersih.

Setelah itu, cacing dipanggang menggunakan serabut dan tempurung kelapa serta sedikit kayu bakar. Proses pemanggangan ini dinamakan “asar”. Ketika sudah matang, warna cacing yang mulanya putih akan berubah menjadi kecokelatan.

Saat sudah matang, cacing akan lebih mirip kentang, namun teksturnya kenyal dan agak alot seperti gurita. Untuk rasanya, tergantung bumbu yang digunakan, namun pada umumnya panggangan cacing laut bercita rasa manis dan gurih.

Namun bisa juga menggunakan varian bumbu lain, seperti rica-rica pedas misalnya. Kuliner ini juga bisa disajikan dengan sayuran, atau diasap lebih lama menjadi keripik. Harga 1 porsi cacing laut ini berkisar Rp10.000-25.000,-.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber