• News

  • Singkap Budaya

Rahasia Orang Jawa agar Miss V Tetap Basah dan Greng di Ranjang walau Menopause

lustrasi intim di masa senja
foto: pixabay.com
lustrasi intim di masa senja

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Memasuki masa menopause bukan berarti memasuki pensiun berhunungan intim. Suami istri tetap bisa melakukan hubungan intim secara menggairahkan dan di pihak istri menopause pun masih bisa mencapai orgasme berkali-kali.

Pertanyaannya, bagaimana caranya? Bukankan saat menopause, organ kelamin wanita mengalami perubahan sehingga menjadi kurang sensitif?

Banyak wanita mengaku justru kesakitan saat berhubungan intim ketika memasuki masa menopause. Rumor itu tidaklah benar, sebab, ada teknik-teknik dan ramuan tradisional yang secara khusus diperuntukkan bagi mereka.

Mengutip pendapat dr. Virginia A. Sadock, seorang psikiater sekaligus pimpinan Program in Human Sexuality and Sex Therapy di New York University’s Langone Medical Center, disebutkan bahwa seiring usia bertambah, kadar hormon estrogen alias hormon seks pada wanita akan menurun drastis.

Organ vagina menjadi tipis (atrofi vagina) dan kering. Ini disebabkan karena aliran darah menuju klitoris dan vagina terhambat, sehingga kedua organ reproduksi ini menjadi kurang sensitif dibandingkan sebelumnya.

Itu bukan berarti tidak bisa menjadi sensitif dan tidak memungkinkan berhubungan intim. Bila hubungan intim dilakukan tanpa proses foreplay yang tepat, dipastikan akan menimbulkan rasa sakit.

Wanita menopause (dan sang suami tercinta tentunya) yang baham cara mengatasinya, justru semakin bergairah saat bercinta. Bahkan, peluang terjadinya orgasme berkali-kali lipat masih bisa terjadi. Begini penjelasannya.

Semestinya, semakin usia bertambah, pengalaman bercinta juga semakin kaya. Artinya, dibutuhkan eksplorasi dan imajinasi yang baik dan ditumbuhkan. Berbagai posisi yang paling nyaman bisa dipilih tanpa beban akan menimbulkan kehamilan.

Dengan demikian, seharusnya berhubungan intim bagi pasangan suami istri (wanita menopause) bisa dilakukan secara lebih bebas.  Selain itu, penting juga dicatat beberapa hal berikut ini agar hubungan intim bisa mencapai orgasme.

Pertama, bisa dibantu dengan menggunakan mainan seks. Sebelum melakukan penetrasi, bisa memanfaatkan vibrator atau mainan seks untuk menambah rangsangan langsung pada klitoris. Eksplorasi juga area sensitif lainnya. Sang suami harus paham mengenai ini.

Kedua, banyak saling bercerita secara terbuka dari hati ke hati, sambil saling merangsang (foreplay). Hal ini juga bisa membantu membantu menjaga menjaga otot vagina tetap kencang, lentur, dan memuaskan saat berhubungan intim.

Ketiga, tetap menjaga vitalitas dengan rutin olahraga. Kegiatan olahraga akan  membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk aliran darah ke alat kelamin.

Semakin lancar aliran darah ke klitoris dan vagina, maka semakin mudah pula bagi Anda untuk meraih orgasme yang diidam-idamkan.

Keempat, sediakan pelumas setiap saat. Hal ini bisa membantu jika vagina mendadak mengalami kekeringan begitu penetrasi  sudah berlangsung. Sebab, jika tidak gunakan pelumas, kondisi yang sudah terangsang dan baik, bisa berubah menjadi tidak nikmat.

Kelima, jangan mudah menyerah untuk mencapai “titik klimaks”. Seiring berjalannya usia, intensitas untuk mengalami orgasme pun berubah. Mungkin dahulu selagi muda, bisa dapat melakukan orgasme dengan mudah, namun beda hal ketika kamu sudah tak lagi muda.

Namun, tidak boleh berkecil hati. Perlu semangat lebih bahwa orgasme masih bisa dicapai secara berulang.

Kelima, cobalah juga rahasia ramuan tradisi kuno dari Jawa yang ditujukan bagi wanita menopause. Selain mengatasi  diabetes, osteoporosis, demensia, dan penyakit jantung, ramuan ini bisa membantu organ wanita  tetap basah saat berhubungan intim.

Berikut cara membuat jamu menopause dikutip dari buku Resep Sehat dan Ayu dengan Ramuan Tradisional Jawa:

Bahan:
1 butir majakan
1/2 kulit buah delima putih
Seujung sendok teh adas
Seujung sendok teh mungsi
1 ruas kayu manis jangan
1 jari rimpang kunyit

Cara membuat

Cuci bersih semua bahan, lalu tumbuk sambil diberi 1 gelas air matang. Setelah halus, aduk dan saring. Saat akan diminum, beri sedikit madu atau gula aren dan juga air perasan jeruk nipis. Minum 1 kali sehari.

Sebaiknya, jangan diminum setiap hari, melainkan cukup 2 hari sekali.

Khasiat

Ramuan ini bersifat membantu menyeimbangkan hormon, terutama hormon seksual sehingga merangsang terbentuknya cairan vagina.

Selain itu, ramuan ini juga menstimulasi hormon yang mengatur kontraksi rahim. Fungsi pada ramuan ini berkhasiat sebagai tonik, sehingga tubuh jadi segar.

Editor : Taat Ujianto